Senin, Januari 12, 2026
25.2 C
Jakarta

Bank Jatim Siap Terbitkan Obligasi I/2025 Maksimal Rp2 Triliun, Dananya Buat Ini

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (BJTM) atau disebut Bank Jatim akan menerbitkan Obligasi Berkelanjutan I Bank Jatim Tahap I Tahun 2025 dengan nilai maksimal Rp2 triliun. Penerbitan ini merupakan bagian dari program Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) I BJTM dengan target dana Rp5 triliun.

Arif Suhirman, Plt Direktur Utama Bank Jatim, dalam keterangan tertulis, Senin (01/9/2025), mengatakan,  penerbitan obligasi ini merupakan langkah strategis Bank Jatim dalam memperkuat struktur pendanaan serta mendukung rencana ekspansi bisnis.

“Obligasi ini kami terbitkan untuk menjaga likuiditas, memperkuat kapasitas pembiayaan, dan memperluas fungsi intermediasi. Dengan modal kerja yang lebih kuat, kami dapat meningkatkan ekspansi kredit ke sektor unggulan dan dapat memberikan yield yang kompetitif bagi Perusahaan. Kami ingin memastikan pertumbuhan Bank Jatim berlangsung sehat, terukur, dan memberikan manfaat bagi seluruh pemangku kepentingan,” ujar Arif.

Menurut Arif, obligasi BJTM terdiri atas Seri A dengan tenor tiga tahun dan Seri B dengan tenor lima  tahun. Pembayaran kupon dilakukan setiap triwulan dengan basis perhitungan 30/360. Masa penawaran awal akan berlangsung pada 1–15 September 2025 dengan tanggal efektif pada 23 September 2025.

Masa penawaran umum direncanakan pada 25–26 September 2025, dengan penjatahan pada 29 September 2025. Obligasi ini diperkirakan tercatat di Bursa Efek Indonesia pada 2 Oktober 2025. Dana yang dihimpun dari penerbitan obligasi ini akan digunakan untuk modal kerja dalam rangka mendukung ekspansi penyaluran kredit dan menjaga likuiditas jangka panjang.

Untuk  penerbitan obligasi tersebut, Bank Jatim  (BJTM) menunjuk empat penjamin pelaksana emisi efek, yaitu PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk, PT BNI Sekuritas, PT Mandiri Sekuritas, dan PT Maybank Sekuritas Indonesia.

Pemeringkat Efek Indonesia atau PEFINDO telah memberikan peringkat idAA- (Double A Minus) dengan outlook stabil untuk obligasi ini. Peringkat ini menunjukkan profil risiko rendah serta prospek pertumbuhan BJTM yang terjaga.

Per Juni 2025, BJTM membukukan total aset konsolidasi sebesar Rp118,15 triliun, meningkat 16,71% dibandingkan Juni 2024. Laba bersih konsolidasi BJTM juga tumbuh signifikan 30,64% dari Rp621 miliar menjadi Rp811 miliar. Kredit yang disalurkan naik 35,27% menjadi Rp78,55 triliun, sedangkan Dana Pihak Ketiga (DPK) meningkat 13,04 persen menjadi Rp91,6 triliun.

Menurut Arif, pertumbuhan tersebut mencerminkan soliditas fundamental dan tingkat kepercayaan  masyarakat yang semakin kuat. “Fundamental yang sehat ini menjadi landasan optimism kami. Dengan pertumbuhan aset, laba, dan kredit yang konsisten, kami yakin penerbitan obligasi ini akan mendapat sambutan positif dari investor,” ungkapnya.

Posisi Bank Jatim di industri perbankan daerah juga semakin kokoh. Per Juni 2025, Bank Jatim menempati peringkat kedua terbesar dari 10 BPD di Indonesia berdasarkan total aset, yakni Rp101,75 triliun. Struktur kepemilikan saham Bank Jatim terdiri dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur sebesar 51,13%, Pemerintah Kabupaten/Kota se-Jawa Timur sebesar 28,35%,  dan publik sebesar 20,52%.

Arif menjelaskan, Bank Jatim juga terus mengakselerasi transformasi digital sesuai Roadmap BPD 2024–2027. Perseroan mengembangkan layanan digital seperti JConnect Mobile. Hingga Juni 2025 telah mencatat lebih dari 880 ribu pengguna dengan volume transaksi Rp29,41 triliun, serta Agen Jatim yang kini berjumlah 14.008 agen dengan transaksi Rp190,06 miliar.  Layanan ini memperluas akses perbankan hingga ke pelosok dan mendukung inklusi keuangan.

Arif menegaskan bahwa penerbitan obligasi ini juga sejalan dengan visi Bank Jatim menjadi BPD No.1 di Indonesia). “Kami memahami tantangan pasar, mulai dari volatilitas daya beli hingga dinamika UMKM. Namun dengan strategi manajemen risiko yang disiplin dan fundamental yang kuat, kami optimistis obligasi ini akan sukses serta semakin memperkuat kontribusi Bank Jatim terhadap pembangunan ekonomi daerah maupun nasional,” ujarnya. (konrad)

- Advertisement -

Artikel Terkait

IHSG Diprediksi Menguat, Bahana Sekuritas Rekomendasikan ‘Beli’ NICL, BUMI, DEWA hingga RATU!

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa...

Investor Telkom (TLKM) Melejit di Akhir 2025, Danantara Genggam Kendali 52,09%

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM)...

Komposisi Pemegang Saham BRMS Akhir 2025: Investor Sugiman Halim Genggam 7,45%

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS)...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Populer 7 Hari

Berita Terbaru