back to top

Bank Mandiri Cetak Laba Bersih Rp 56,3 Triliun pada 2025

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) mencetak laba bersih konsolidasi sebesar Rp 56,3 triliun sepanjang tahun 2025. 

Direktur Utama Bank Mandiri, Riduan, menjelaskan capaian ini merupakan refleksi sinergi seimbang. “Sepanjang tahun 2025, Bank Mandiri mampu mencatatkan laba konsolidasi sebesar Rp 56,3 triliun,” ujar Riduan dalam paparan kinerja secara daring di Jakarta, Kamis (5/2/2026).

Direktur Keuangan Bank Mandiri, Novita Widya Anggraini, merinci pertumbuhan fungsi intermediasi perseroan. Penyaluran kredit Bank Mandiri mencapai Rp 1.895 triliun hingga Desember 2025. Angka ini tumbuh 13,4% secara tahunan atau year on year (YoY) dibandingkan periode 2024.

Kenaikan kredit tersebut diimbangi oleh pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang kuat. Dana masyarakat yang berhasil dihimpun mencapai Rp 2.106 triliun. Nilai ini melonjak 23,9% YoY dari posisi tahun sebelumnya.

“Bank Mandiri mampu menjaga pertumbuhan kredit pada level yang sangat baik,” kata Novita.

Sisi pendapatan juga menunjukkan performa terjaga. Pendapatan bunga bersih perseroan naik 4,38% YoY menjadi Rp 106 triliun. Sementara itu, pendapatan non-bunga tumbuh optimal 14,5% YoY mencapai Rp 48,5 triliun. Secara keseluruhan, total pendapatan Bank Mandiri tumbuh sebesar 5,88% YoY.

Direktur Bank Mandiri, Mochamad Rizaldi, memaparkan rasio-rasio keuangan penting perseroan. Bank Mandiri menjaga kualitas aset dengan sangat disiplin. Rasio kredit bermasalah atau Non Performing Loan (NPL) berada di level 0,96%.

Rasio Loan At Risk (LAR) juga membaik menjadi 6,05%, turun 0,76% YoY. Untuk memitigasi risiko, perseroan menyiapkan tingkat pencadangan NPL atau NPL coverage ratio yang kuat pada level 253%.

“Bank Mandiri justru mampu menjaga kualitas aset dengan sangat baik,” ungkap Mochamad Rizaldi.

Indikator profitabilitas perseroan tercatat sangat efisien. Return on Equity (ROE) Bank Mandiri mencapai 23,2%. Permodalan juga terjaga kokoh dengan rasio kecukupan modal atau Capital Adequacy Ratio (CAR) sebesar 20,4%. Adapun biaya kredit atau Cost of Credit (CoC) berada pada posisi optimal sebesar 0,34% pada tahun 2025.

- Advertisement -

Artikel Terkait

EBITDA IOTF Meroket Dua Kali Lipat Berkat Efisiensi AI

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Sumber Sinergi Makmur Tbk (IOTF)...

BRI Kucurkan KUR Rp80,09 Triliun ke Sektor Pertanian Sepanjang 2025

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk...

Gencarkan Green Banking, BTN Bidik Pembiayaan 20.000 Rumah Rendah Emisi di 2026

STOCKWATCH.ID (BEKASI) – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru