STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) terus memperkuat peran sebagai mitra strategis pemerintah melalui dukungan pembiayaan dan penguatan ekosistem pada berbagai program prioritas nasional. Fokus BMRI,memperluas akses pembiayaan produktif, mendorong UMKM agar bisa berdaya saing.
Direktur Utama Bank Mandiri Riduan dalam keterangan di Jakarta Kamis (05/2/2026), mengatakan, langkah Perseroan tersebut bertujuan untuk memperkuat ekonomi kerakyatan yang menjadi fondasi pertumbuhan nasional yang inklusif.
Sepanjang 2025, menurut Riduan, dukungan Bank Mandiri terealisasi melalui penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp41 triliun. Kredit tersebut disalurkan kepada 360 ribu pelaku UMKM di berbagai sektor produktif. Penyaluran kredit tersebut tetap dijalankan oleh Perseroan secara terukur dengan kualitas aset yang terjaga, sejalan prinsip kehati-hatian dan tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance/GCG).
“Bagi Bank Mandiri, mendukung program prioritas pemerintah bukan sekadar target bisnis, melainkan bagian dari tanggung jawab kami sebagai mitra dan bagian dari ekosistem BUMN dalam memperluas dampak ekonomi yang nyata,” kata Riduan.
Dia melanjutkan, “Melalui pembiayaan yang terukur, penguatan ekosistem usaha, dan pendampingan yang berkelanjutan, kami ingin memastikan UMKM, desa, dan sektor-sektor strategis memiliki ruang tumbuh yang sehat agar manfaat pembangunan dapat dirasakan lebih merata,” ungkapnya.
Riduan mengatakan, untuk pembangunan sosial dan ketahanan pangan, Bank Mandiri turut mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui pembiayaan kepada 147 mitra pelaksana, disertai penguatan tata kelola keuangan yang akuntabel.
Di sisi lain, lanjutnya, penguatan desa terus diperluas melalui pengelolaan lebih dari 4.700 rekening Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih serta pembukaan lebih dari 3.700 rekening BUMDes dan BUMDesma, sejalan dengan agenda pengembangan desa dan dukungan terhadap Program 3 Juta Rumah.
Komitmen tersebut, papar Riduan, dilengkapi dengan realisasi program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) sepanjang 2025, di mana Bank Mandiri menyalurkan lebih dari 1.174 program TJSL yang mencakup pemberdayaan ekonomi, akses gizi, penyediaan air bersih, serta penguatan kapasitas masyarakat di wilayah prioritas. Bank Mandiri juga hadir meringankan beban saudara-saudara kita di Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat yang tertimpa musibah banjir.
Menurut Riduan, Inisiatif ini memperkuat sinergi yang terintegrasi antara pembiayaan, pendampingan, dan pembangunan sosial untuk menciptakan keunggulan berkelanjutan bagi perekonomian nasional.
Bank Mandiri secara konsisten menjalankan perannya sebagai bank nasional yang berkontribusi nyata bagi negara. Hal ini tercermin dari kontribusi langsung kepada masyarakat Indonesia, melalui total dividen sebesar Rp225 triliun dalam 25 tahun terakhir.
Pada tahun 2025 dividen Bank Mandiri tumbuh kuat mencapai Rp52,5 triliun, yang berasal dari Rp43,5 Triliun atas porsi laba 2024 dan Rp9 Triliun dividen interim atas porsi laba 2025 yang telah dibayarkan pada 14 Januari 2026.
Selain dividen, papar Riduan, Bank Mandiri juga berkontribusi secara optimal terhadap penerimaan negara melalui setoran pajak. Secara akumulasi, kontribusi pajak Bank Mandiri mencapai Rp277 triliun dari tahun 2000 ke tahun 2025. Pada tahun lalu, Bank Mandiri telah membayarkan pajak sekitar Rp27 triliun dengan tren yang terus meningkat dari tahun ke tahun. Hal ini menunjukkan peran sistemik Bank Mandiri dalam memperkuat fondasi fiskal nasional. (konrad)
