STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Bank Mandiri (BMRI) kembali mencatatkan kinerja positif di pasar keuangan internasional. Perseroan berhasil menerbitkan surat utang global senilai US$750 juta dengan tenor 5 tahun dan tingkat kupon sebesar 5,25% pada 31 Maret 2026. Dalam penerbitan global bond ini, Perseroan juga mencatatkan kelebihan permintaan atau oversubscribed sebesar 3,3 kali. Hal ini mencerminkan tingginya minat investor internasional terhadap Bank Mandiri.
Penerbitan ini menjadi signifikan karena Bank Mandiri merupakan emiten pertama dari Asia Tenggara yang kembali mengakses pasar obligasi internasional setelah meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah pada akhir Februari 2026. Pencapaian ini sekaligus mencerminkan sinergi yang terintegrasi dalam memperkuat akses pendanaan global dan menjaga fleksibilitas struktur pendanaan perseroan.
Di tengah kondisi pasar yang sempat tertekan akibat pelemahan pada sesi perdagangan Amerika Serikat, Bank Mandiri menerapkan pendekatan yang pruden dengan menunggu momentum yang lebih kondusif pada saat pembukaan pasar Asia. Selain itu, Bank Mandiri mengimplementasikan strategi intraday execution untuk membatasi eksposur terhadap risiko pasar sekaligus mengoptimalkan momentum positif yang muncul.
Strategi ini terbukti efektif dalam menjaga stabilitas eksekusi transaksi serta memperoleh respons yang baik dari investor global, didukung oleh rekam jejak Bank Mandiri sebagai penerbit aktif di pasar internasional dan hubungan yang kuat dengan basis investor, sejalan dengan upaya memperkuat keunggulan keberlanjutan perseroan.
Direktur Treasury & International Banking Bank Mandiri Ari Rizaldi, dalam siaran pers, Kamis 2 April 2026 mengatakan, tingginya minat investor mencerminkan kepercayaan global atas fundamental dan kinerja keuangan BMRI. Langkah ini turut menegaskan fundasi bisnis yang solid bank berkode emiten BMRI ini, untuk mendorong akselerasi yang bertumbuh di tengah dinamika pasar global.
“Hasil transaksi ini menunjukkan investor internasional tetap memiliki keyakinan terhadap fundamental Indonesia dan Bank Mandiri di tengah kondisi ekonomi makro dan dinamika geopolitik global yang menantang. Dana yang diperoleh akan digunakan untuk keperluan korporasi secara umum guna mendukung pertumbuhan bisnis,” ujar Ari dalam keterangan, Kamis 2 April 2026.
Surat utang ini, jelas Ari, memperoleh peringkat BBB dari S&P Global Ratings dan Fitch Ratings, serta dicatatkan di Singapore Exchange. Tingginya kepercayaan investor tercermin dari distribusi yang terdiversifikasi, dengan alokasi kepada fund manager dan asset manager (85%), perbankan (8%), lembaga pemerintah dan sovereign wealth funds (3%), perusahaan asuransi (3%), serta private bank (1%). Berdasarkan wilayah, investor berasal dari Asia (69%), Eropa, Timur Tengah, dan Afrika/EMEA (26%), serta investor Amerika Serikat offshore (5%).
Diversifikasi investor tersebut mempertegas keunggulan berkelanjutan Bank Mandiri dalam menjaga kepercayaan pasar internasional melalui fundamental yang kuat dan strategi pendanaan yang disiplin. Transaksi ini didukung oleh DBS Bank Ltd., HSBC, J.P. Morgan, Mandiri Sekuritas, dan Standard Chartered Bank yang bertindak sebagai Joint Bookrunners dan Joint Lead Managers. (konrad)
