BCA Raup Laba Rp14,7 Triliun di Kuartal I 2026, Kredit Tembus Rp994 Triliun

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - PT Bank Central Asia Tbk (BCA) dan entitas anak mencatatkan kinerja positif pada awal tahun ini. Perseroan membukukan laba bersih konsolidasi sebesar Rp14,7 triliun sepanjang...

BCA Raup Laba Rp14,7 Triliun di Kuartal I 2026, Kredit Tembus Rp994 Triliun
Bacakan Artikel

Dari sisi pendanaan, BCA menjaga kekuatan neraca melalui pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar 8,3% YoY menjadi Rp1.292,4 triliun. Pendanaan ini didominasi oleh dana murah atau CASA (giro dan tabungan) sebesar Rp1.089 triliun. Nilai CASA ini tumbuh 11,2% YoY dan berkontribusi sekitar 85,2% dari total DPK.

Peningkatan CASA sejalan dengan pengembangan perbankan transaksi pada kanal digital dan non-digital. Per akhir Maret 2026, BCA melayani 44 juta rekening nasabah dan memproses lebih dari 122 juta transaksi setiap harinya.

Mengenai kualitas aset, BCA menerapkan manajemen risiko secara disiplin. Rasio loan at risk (LAR) berada di level 5,1%. Sementara itu, rasio kredit bermasalah atau non performing loan (NPL) terjaga di angka 1,8%.

Kekuatan neraca juga tercermin dari rasio pencadangan yang solid. Perseroan mencatatkan rasio pencadangan LAR sebesar 69,7% dan NPL sebesar 174,6%.

Hendra Lembong menambahkan perusahaan terus berinovasi melalui aplikasi myBCA. Fitur terbaru "Layanan Cabang" memungkinkan nasabah memesan banknotes untuk diambil di cabang. Selain itu, BCA meluncurkan Ocean by BCA sebagai portal bisnis digital terintegrasi.

Lanjut ke Halaman 3
Pilih Halaman: