BEI Cabut Suspensi, 3 Saham Ini Mulai Diperdagangkan Lagi 2 Oktober!
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) โ Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi membuka kembali suspensi atas perdagangan saham PT Dwi Guna Laksana Tbk (DWGL), PT Royaltama Mulia Kontraktorindo Tbk (RMKO), dan PT Boston F...
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) โ Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi membuka kembali suspensi atas perdagangan saham PT Dwi Guna Laksana Tbk (DWGL), PT Royaltama Mulia Kontraktorindo Tbk (RMKO), dan PT Boston Furniture Industries Tbk (SOFA).
Ketiga saham itu kembali bisa ditransaksikan di Pasar Reguler dan Pasar Tunai mulai sesi I perdagangan pada Rabu, 2 Oktober 2025.
Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI, Yulianto Aji Sadono, menegaskan pembukaan kembali suspensi dilakukan setelah bursa menilai perdagangan sudah bisa berjalan normal. โSuspensi atas perdagangan saham DWGL, RMKO, dan SOFA di Pasar Reguler dan Pasar Tunai dibuka kembali mulai sesi I tanggal 2 Oktober 2025,โ ujar Yulianto, Rabu (1/10/2025).
Sebelumnya, BEI menghentikan sementara perdagangan saham DWGL pada 23 September 2025. Suspensi ini dilakukan karena harga saham melonjak tajam. Pada 22 September 2025, saham DWGL ditutup di level Rp605 per unit, naik 24,48% dari hari sebelumnya. Jika dibandingkan harga awal September Rp222, saham ini sudah melesat 172,52%.
Suspensi juga menimpa saham RMKO dan SOFA pada 1 Oktober 2025. Keduanya dihentikan sementara setelah mencatat lonjakan harga signifikan.
- Stock Futures Menguat Jelang Data Tenaga Kerja AS, Investor Cermati Laba Emiten
- EBITDA BUMA International Group Naik 8% di Semester I-2026, Rugi Bersih Menyusut...
- Ekspansi Pasar Kopi RTD Nabati, OATSIDE Rilis Varian Espresso Roast dan Kemasan...
- Rabundo Tembus Pasar Nasional, BRI Dukung UMKM Bumbu Rendang Asli Minang Naik Ke...
- Transformasi Danantara Berbuah Manis, Pendapatan Telkom (TLKM) Capai Rp75,9 Tril...
- Daftar Antrean IPO BEI Terbaru: Dua Perusahaan Skala Besar Bersiap Masuk Bursa
- IHSG Naik 0,64% Pekan Ini, Kapitalisasi Pasar BEI Tembus Rp10.923 Triliun
- BEI Ubah Notasi Khusus Emiten di JATS, Investor Kini Dapat Informasi Lebih Jelas
- Stock Futures Menguat Jelang Data Tenaga Kerja AS, Investor Cermati Laba Emiten
- EBITDA BUMA International Group Naik 8% di Semester I-2026, Rugi Bersih Menyusut...