STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Bursa Efek Indonesia (BEI) memutuskan untuk membuka kembali gembok perdagangan dua saham yang sebelumnya sempat dihentikan sementara. Saham tersebut milik PT Pelayaran Nasional Bina Buana Raya Tbk (BBRM) dan PT Prima Globalindo Logistik Tbk (PPGL). Kedua saham ini dapat kembali ditransaksikan mulai perdagangan sesi I pada Senin, 12 Januari 2026.
Yulianto Aji Sadono, Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI, menyampaikan pengumuman tersebut melalui keterbukaan informasi. Langkah pencabutan suspensi ini merujuk pada penilaian matang dari otoritas bursa. Informasi resmi ini dirilis pada Sabtu (10/1).
Bursa memandang perlu untuk melakukan penormalan perdagangan setelah sebelumnya melakukan pengawasan ketat. “Suspensi atas perdagangan saham di Pasar Reguler dan Pasar Tunai dibuka kembali mulai sesi I tanggal 12 Januari 2026,” tulis Yulianto dalam keterangan tertulisnya.
Saham BBRM sebelumnya telah menjalani masa suspensi sejak 2 Januari 2026. Sementara itu, saham PPGL baru saja dihentikan sementara perdagangannya pada 9 Januari 2026. Langkah pembekuan saham PPGL tersebut bertujuan sebagai langkah cooling down demi perlindungan investor.
BEI sebelumnya mencermati adanya peningkatan harga kumulatif yang sangat signifikan pada saham PPGL. Penghentian sementara tersebut bertujuan memberikan waktu bagi pelaku pasar. Investor diharapkan memiliki waktu memadai untuk mempertimbangkan keputusan investasi mereka berdasarkan informasi yang tersedia.
Otoritas bursa senantiasa mengimbau para pemangku kepentingan untuk selalu memperhatikan setiap informasi yang disampaikan oleh perseroan. Hal ini penting agar transaksi di pasar modal tetap berjalan secara wajar, teratur, dan efisien. Dengan dibukanya kembali suspensi ini, perdagangan BBRM dan PPGL kini dapat dilakukan kembali di Pasar Reguler maupun Pasar Tunai.
Harga Saham
Saham BBRM mencatat penguatan signifikan pada perdagangan Jumat, 2 Januari 2026. Harga saham BBRM naik 32 poin atau 15,09% ke level Rp244. Saham ini dibuka di Rp218 dan sempat bergerak di kisaran Rp218 hingga Rp254 sepanjang hari.
Volume transaksi BBRM mencapai 207.746.300 saham. Pada penutupan perdagangan sebelumnya, Rabu, 30 Desember 2025, harga saham ini masih berada di Rp212. Sepanjang tahun berjalan, harga tertinggi dan terendah BBRM tercatat di level Rp244. Dalam periode 52 minggu terakhir, pergerakan harga berada di rentang Rp67 hingga Rp254. Kapitalisasi pasar BBRM tercatat sebesar Rp2.068.995.640.032.
Sementara itu, saham PPGL melesat pada perdagangan Kamis, 8 Januari 2026. Harga saham PPGL naik 9,68% atau Rp24 ke posisi Rp272 dari penutupan sebelumnya di Rp248.
Pada hari tersebut, saham PPGL dibuka dan ditutup di level Rp272. Harga terendah dan tertinggi harian juga berada di level yang sama. Volume perdagangan tercatat sebanyak 1.931.700 saham.
Harga tertinggi tahun berjalan PPGL tercapai pada 8 Januari 2026 di level Rp272. Harga terendah tahun berjalan tercatat di Rp189 pada 2 Januari 2026. Dalam 52 minggu terakhir, pergerakan harga saham PPGL berada di kisaran Rp88 hingga Rp272. Kapitalisasi pasar PPGL tercatat sebesar Rp209.760.421.440.
