STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencabut penghentian sementara (suspensi) perdagangan enam saham emiten. Langkah ini diambil setelah otoritas bursa melakukan penilaian mendalam.
Keenam saham tersebut adalah PT Arkora Hydro Tbk (ARKO), PT Logindo Samudramakmur Tbk (LEAD), dan PT Trimitra Prawara Goldland Tbk (ATAP). Selain itu, terdapat PT Triniti Dinamik Tbk (TRUE), PT Morenzo Abadi Perkasa Tbk (ENZO), serta PT Paramita Bangun Sarana Tbk (PBSA).
Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI, Yulianto Aji Sadono, menyampaikan keputusan ini dalam keterbukaan informasi, Kamis (22/1/2026). Melalui pengumuman tersebut, perdagangan saham-saham ini kembali tersedia di Pasar Reguler maupun Pasar Tunai.
“Suspensi atas perdagangan saham… dibuka kembali mulai sesi I tanggal 23 Januari 2026,” ujar Yulianto.
Sebelumnya, saham ARKO terkena suspensi sejak sesi I tanggal 8 Januari 2026. Langkah ini dipicu terjadinya peningkatan harga kumulatif yang signifikan. Hal serupa dialami saham LEAD yang dihentikan perdagangannya mulai 9 Januari 2026.
BEI juga menggembok saham ATAP dan TRUE sejak 13 Januari 2026. Alasan penghentian sementara kedua saham tersebut sama, yakni kenaikan harga yang melonjak tajam dalam waktu singkat.
Sementara itu, saham ENZO dan PBSA baru saja menjalani suspensi pada 22 Januari 2026. Penghentian ini bertujuan untuk cooling down. Bursa ingin memberi waktu memadai bagi pelaku pasar untuk mempertimbangkan keputusan investasi mereka secara matang.
Seluruh kebijakan suspensi sebelumnya merupakan bentuk perlindungan bagi investor. Bursa senantiasa mengimbau pihak berkepentingan untuk selalu memperhatikan keterbukaan informasi yang disampaikan oleh emiten.
Kini, para investor dapat kembali melakukan transaksi jual beli atas keenam saham tersebut mulai Jumat pagi besok. Pihak bursa akan terus memantau pergerakan harga saham sesuai mekanisme pasar yang berlaku.
Harga Saham
Pada perdagangan Selasa, 7 Januari 2026, ARKO memimpin penguatan. Saham ini ditutup di Rp10.750. Kenaikan mencapai Rp1.550 atau 16,85% dari penutupan 6 Januari 2026 di Rp9.200. Harga pembukaan di Rp9.425. Pergerakan harian berada di rentang Rp8.725 hingga Rp11.025. Volume perdagangan mencapai 6,07 juta saham. Sepanjang tahun berjalan, harga tertinggi berada di Rp10.750 dan terendah Rp7.125. Dalam 52 pekan terakhir, ARKO bergerak di kisaran Rp675 hingga Rp11.025. Kapitalisasi pasar tercatat Rp31,48 triliun.
Pada perdagangan Rabu, 8 Januari 2026, LEAD mencatat penguatan tertinggi secara persentase. Harga melonjak 11,76% atau Rp24 menjadi Rp228 dari penutupan sebelumnya Rp204. Saham ini dibuka di Rp206. Harga tertinggi menyentuh Rp230 dan terendah Rp187. Volume perdagangan mencapai 497,65 juta saham. Harga Rp228 menjadi level tertinggi tahun berjalan pada 8 Januari 2026. Harga terendah tahun berjalan tercatat Rp204 pada 7 Januari 2026. Dalam 52 pekan terakhir, LEAD bergerak di rentang Rp61 hingga Rp252. Kapitalisasi pasar tercatat Rp1,32 triliun.
Pada penutupan perdagangan Senin, 12 Januari, ATAP melesat 150 poin atau 24,59% ke Rp760 dari posisi sebelumnya Rp610. Saham ini dibuka di Rp600. Pergerakan harian berada di rentang Rp560 hingga Rp760. Volume transaksi mencapai 74,97 juta saham. Harga Rp760 menjadi level tertinggi ATAP sepanjang tahun berjalan. Dalam 52 pekan, ATAP bergerak di kisaran Rp25 hingga Rp760. Kapitalisasi pasar tercatat Rp950 miliar.
Pada hari yang sama, TRUE melonjak 82 poin atau 18,30% ke Rp530 dari posisi sebelumnya Rp448. Saham ini dibuka di Rp478. Pergerakan harga berada di kisaran Rp418 hingga Rp535. Volume perdagangan mencapai 510,25 juta saham. Harga Rp530 menjadi level tertinggi TRUE sepanjang tahun berjalan. Dalam 52 pekan, saham ini bergerak di rentang Rp12 hingga Rp535. Kapitalisasi pasar tercatat Rp4,01 triliun.
Pada perdagangan Selasa, 21 Januari 2026, ENZO naik Rp8 atau 9,30% ke Rp94 dari penutupan sebelumnya Rp86. Harga dibuka di Rp94. Harga tertinggi dan terendah sama di Rp94. Volume perdagangan tercatat 9,99 juta saham. Sepanjang tahun berjalan, harga tertinggi berada di Rp94 dan terendah Rp45. Dalam 52 pekan, saham ini bergerak di kisaran Rp25 hingga Rp94. Kapitalisasi pasar mencapai Rp203,28 miliar.
Pada hari yang sama, PBSA juga ditutup menguat Rp240 atau 9,80% ke Rp2.690 dari penutupan 20 Januari 2026 di Rp2.450. Saham ini dibuka di Rp2.480. Harga tertinggi menyentuh Rp2.720 dan terendah Rp2.350. Volume transaksi tercatat 24,08 juta saham. Sepanjang tahun berjalan, harga tertinggi berada di Rp2.690 dan terendah Rp1.550. Dalam 52 pekan, saham ini bergerak di kisaran Rp310 hingga Rp2.750. Kapitalisasi pasar mencapai Rp8,07 triliun.
