STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara (suspensi) perdagangan saham PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk (UNSP). Kebijakan ini mulai berlaku efektif pada hari ini, Rabu, 17 Desember 2025.
Keputusan ini diambil menyusul terjadinya lonjakan harga kumulatif yang sangat signifikan pada saham emiten perkebunan tersebut. BEI menilai perlu melakukan tindakan cooling down terhadap saham UNSP. Langkah ini bertujuan untuk memberikan perlindungan bagi para investor di pasar modal.
Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI, Yulianto Aji Sadono menjelaskan mekanisme penghentian ini. Suspensi perdagangan dilakukan di dua pasar sekaligus. Aturan ini berlaku untuk perdagangan di Pasar Reguler dan Pasar Tunai.
Yulianto menegaskan tujuan dari jeda perdagangan ini melalui pernyataan tertulisnya. Hal ini dimaksudkan agar investor memiliki waktu untuk berpikir jernih.
“Penghentian sementara perdagangan saham PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk (UNSP) tersebut dilakukan di Pasar Reguler dan Pasar Tunai, dengan tujuan untuk memberikan waktu yang memadai bagi pelaku pasar untuk mempertimbangkan secara matang berdasarkan informasi yang ada dalam setiap pengambilan keputusan investasinya di Saham PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk (UNSP),” tulis Yulianto dalam keterbukaan informasi, Rabu (17/12/2025).
BEI berharap para pihak yang berkepentingan dapat menyikapi situasi ini dengan bijak. Investor diminta untuk selalu memperhatikan keterbukaan informasi yang disampaikan oleh Perseroan.
Sebelum gembok suspensi dipasang, pergerakan saham UNSP memang terpantau agresif. Pada penutupan perdagangan Selasa, 16 Desember 2025, harga saham ini berakhir di level Rp 382 per lembar. Angka ini naik Rp 34 atau setara 9,77% dibandingkan harga penutupan sebelumnya di Rp 348.
Level Rp 382 tersebut sekaligus menjadi rekor harga tertinggi sepanjang tahun berjalan. Sebagai perbandingan, harga terendah tahun ini sempat menyentuh Rp 70 pada 7 Januari 2025. Rentang pergerakan harga dalam 52 minggu terakhir berada di kisaran Rp 70 hingga Rp 382.
Aktivitas transaksi saham UNSP juga tercatat cukup ramai sebelum suspensi. Volume perdagangan mencapai 3.281.200 saham. Saat ini, nilai kapitalisasi pasar atau market cap perseroan tercatat sebesar Rp 955.062.015.408.
