back to top

BEI Hentikan Sementara Perdagangan Saham Tiga Emiten Ini! Ada Apa?

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara perdagangannya saham (suspensi) tiga emiten. BEI menilai pergerakan harga saham ketiga Perusahaan Tercatat tersebut tidak wajar. Penghentian ini dilakukan sebagai langkah perlindungan terhadap investor.

Adapun ketiga emiten yang sahamnya digembok tersebut yaitu PT Informasi Teknologi Indonesia Tbk (JATI), PT Harta Djaya Karya Tbk (MEJA), dan PT PAM Mineral Tbk (NICL).

Penghentian sementara ini berlaku di Pasar Reguler dan Pasar Tunai mulai sesi I, Rabu, (14/5/2025), hingga pengumuman lebih lanjut dari BEI.

Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI, Yulianto Aji Sadono mengatakan, penghentian dilakukan karena adanya peningkatan atau penurunan harga kumulatif yang signifikan dalam waktu singkat.

“Penghentian dilakukan sebagai bentuk perlindungan bagi investor dan untuk memberikan waktu yang memadai bagi pelaku pasar mempertimbangkan informasi yang ada sebelum mengambil keputusan investasi,” ujar Yulianto, dalam keterbukaan informasi dikutip Rabu, (14/5/2025).

Harga saham JATI naik signifikan 20% atau 30 poin ke level Rp180 per saham pada penutupan perdagangan Kamis, 9 Mei 2024.

Saham ini sempat menyentuh level tertinggi di Rp185 dan terendah di Rp162. Kapitalisasi pasarnya melonjak ke Rp587,25 miliar. Rasio price to earnings (P/E) berada di angka 115,65 dengan dividend yield 0,26%.

Volume transaksi saham JATI tercatat sebanyak 269,06 juta lembar dengan nilai transaksi Rp47,94 miliar. Jumlah frekuensi perdagangannya mencapai 20.974 kali.

Sementara itu, saham MEJA justru mengalami penurunan tajam. Harga saham MEJA turun 9,88% atau 8 poin ke level Rp73 pada perdagangan 9 Mei 2024.

Sepanjang hari, saham ini tidak bergerak dari harga pembukaannya. Kapitalisasi pasar MEJA tercatat sebesar Rp139,98 miliar. Rasio P/E saham ini ada di 54,24. Harga tertingginya dalam setahun terakhir mencapai Rp446, sedangkan terendahnya Rp73.

BEI juga menghentikan sementara perdagangan waran seri I PT Harta Djaya Karya Tbk (MEJA-W) di seluruh pasar.

Adapun saham NICL melonjak 8,52% ke level Rp955. Saham ini sempat dibuka di harga Rp885, menyentuh tertinggi di Rp1.090 dan terendah di Rp870.

Kapitalisasi pasar NICL tercatat sebesar Rp10,16 triliun. Rasio P/E-nya berada di level 20,37 dan dividend yield-nya 2,72%. Selama 52 minggu terakhir, harga saham NICL pernah menyentuh level terendah Rp141 dan tertinggi Rp1.090.

Volume transaksi saham NICL mencapai 53,07 juta saham dengan nilai perdagangan Rp53,49 miliar. Jumlah frekuensi transaksi hari itu sebanyak 14.723 kali.

BEI mengimbau para investor untuk selalu memperhatikan keterbukaan informasi dari emiten dalam mengambil keputusan investasi.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Minta Restu RUPS, Mitra Komunikasi (MKNT) Gelar Private Placement Rp822,92 Miliar

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk (MKNT) berencana...

Pefindo Tegaskan Peringkat idBBB+ untuk Obligasi PP Presisi  I Tahun 2022

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) telah memberikan...

Sebagian Besar Saham Rebound, IHSG Naik 1,41% ke 7.440,913

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Harga sebagian besar saham berhasil rebound...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru