BEI Kantongi Pipeline 28 Emisi Obligasi, Sektor Infrastruktur Mendominasi
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat sebanyak 28 emisi obligasi berada dalam antrean atau pipeline per 8 Juli 2026. Puluhan emisi ini berasal dari 21 penerbit Efek Bersifat Ut...
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat sebanyak 28 emisi obligasi berada dalam antrean atau pipeline per 8 Juli 2026. Puluhan emisi ini berasal dari 21 penerbit Efek Bersifat Utang dan Sukuk (EBUS).
Direktur Penilaian Perusahaan BEI, Saidu Solihin menyampaikan data tersebut pada Kamis (9/7/2026). Saidu merinci hingga saat ini pasar modal Indonesia telah menerbitkan 93 emisi dari 52 penerbit EBUS.
"Total dana yang dihimpun mencapai Rp94,45 triliun," kata Saidu.
Berdasarkan data pipeline terbaru, sektor infrastruktur menjadi penyumbang terbanyak dengan 6 perusahaan. Posisi berikutnya ditempati oleh sektor keuangan (financials) dan energi yang masing-masing mencatatkan 5 perusahaan.
Sektor barang konsumen non-siklikal (consumer non-cyclicals) dan barang baku (basic materials) masing-masing menyumbang 2 perusahaan. Sementara itu, sektor kesehatan (healthcare) menyertakan 1 perusahaan dalam daftar pipeline.
- Prabowo Targetkan Bangun 100 GW PLTS, Hemat Biaya Listrik Rp73,9 Triliun per Tah...
- Tingkatkan Kualitas SDM, BNI Perkuat Tata Kelola Lewat LSP dan Sertifikasi ISO
- Direktur WINS Sugiman Layanto Borong 5,99 Juta Saham, Ini Tujuannya
- Sinergi dengan Danantara, Telkom Bidik Pertumbuhan Bisnis Enterprise hingga 30%
- Prabowo Umumkan Jakarta dan Bali Jadi Lokasi PFII, Buka Opsi Daerah Lain
- Belanja Harian di Indomaret Kini Bisa Pakai Home Credit BayarNanti
- Sinergi Bank Jakarta dan Persija: Perluas Ekosistem Digital dan Literasi Keuanga...
- Resmi Jadi Official Partner Persija, Bank Jakarta Tingkatkan Layanan untuk The J...
- Prabowo Targetkan Bangun 100 GW PLTS, Hemat Biaya Listrik Rp73,9 Triliun per Tah...
- Tingkatkan Kualitas SDM, BNI Perkuat Tata Kelola Lewat LSP dan Sertifikasi ISO