BEI Kebanjiran EBUS! 62 Emisi Ngantri Terbit, 45 Sudah Tercatat dan Raup Rp58,7 Triliun! Sektor Ini Paling Ramai!

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) –. Perdagangan Efek Bersifat Utang dan Sukuk (EBUS) di Bursa Efek Indonesia (BEI) terus menunjukkan perkembangan positif. Hingga 23 Mei 2025, sudah ada 45 emisi EBUS yang diterbitkan oleh 31 penerbit.

Dari penerbitan itu, total dana yang berhasil dihimpun mencapai Rp58,7 triliun.

Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna, menjelaskan saat ini masih terdapat banyak emisi yang antre untuk masuk ke pasar. “Sampai dengan 23 Mei 2025, terdapat 62 emisi dari 46 penerbit EBUS yang sedang berada dalam pipeline,” ujar Nyoman di Jakarta, Sabtu (24/5/2025).

Pipeline ini mencerminkan antusiasme perusahaan dalam memanfaatkan pasar utang untuk menghimpun dana.

Dari sisi klasifikasi sektor, penerbit EBUS paling banyak berasal dari sektor keuangan. Tercatat ada 25 perusahaan dari sektor financials yang sedang bersiap menerbitkan EBUS. Angka ini mencakup lebih dari 50% dari total pipeline.

Sektor energy menyusul dengan 8 perusahaan yang berada dalam daftar pipeline. Kemudian sektor consumer non-cyclicals tercatat sebanyak 3 perusahaan.

Sektor lainnya terdiri dari 2 perusahaan di sektor basic materials, 2 perusahaan di sektor healthcare, dan 2 perusahaan dari sektor industrials.

Sementara itu, sektor infrastructures, properties & real estate, serta transportation & logistic masing-masing hanya menyumbang 1 hingga 2 perusahaan.

Sektor teknologi dan consumer cyclicals masih belum menunjukkan pergerakan di pipeline EBUS sampai saat ini

- Advertisement -

Artikel Terkait

Ekspansi 50 Bioskop Baru, Tripar Multivision (RAAM) Siap Rights Issue 1,36 Miliar Saham

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Tripar Multivision Plus Tbk (RAAM)...

Sempat Digembok BEI, Saham Ini Kembali Diperdagangkan Mulai 30 Maret

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Bursa Efek Indonesia (BEI) memutuskan untuk...

Transaksi BEI Melejit 15,27%, Tapi Asing Kabur Rp30,88 Triliun!

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Aktivitas perdagangan saham di PT Bursa...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru