back to top

BEI Lepas Gembok 5 Saham Ini Mulai Besok, Ada IFSH Hingga LMPI

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Bursa Efek Indonesia (BEI) membuka kembali perdagangan lima saham yang sebelumnya sempat dihentikan sementara (suspensi). Kelima saham tersebut adalah PT Ifishdeco Tbk (IFSH), PT Satria Mega Kencana Tbk (SOTS), PT Indal Aluminium Industry Tbk (INAI), PT Planet Properindo Jaya Tbk (PLAN), dan PT Langgeng Makmur Industri Tbk (LMPI).

Pencabutan suspensi ini berlaku di Pasar Reguler maupun Pasar Tunai. Para investor dapat kembali bertransaksi mulai sesi I perdagangan hari Kamis, 29 Januari 2026.

Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI, Yulianto Aji Sadono, menyampaikan pengumuman ini dalam keterbukaan informasi. Langkah tersebut diambil berdasarkan penilaian bursa.

“Suspensi atas perdagangan saham di Pasar Reguler dan Pasar Tunai dibuka kembali mulai sesi I tanggal 29 Januari 2026,” ujar Yulianto dikutip Rabu (28/1/2026).

Sebelumnya, kelima saham ini digembok karena mengalami peningkatan harga kumulatif yang signifikan. Langkah suspensi diambil sebagai bentuk perlindungan bagi investor.

Saham IFSH telah dihentikan perdagangannya sejak 14 Januari 2026 lantara harganya melesat tajam. BEI merasa perlu melakukan cooling down untuk memberikan waktu bagi pelaku pasar dalam mempertimbangkan keputusan investasi mereka.

Sementara itu, saham SOTS menyusul disuspensi mulai sesi I tanggal 15 Januari 2026. Alasan penghentian sementara ini juga dipicu oleh lonjakan harga saham yang dinilai perlu dicermati lebih lanjut.

Adapun tiga saham lainnya, yaitu INAI, PLAN, dan LMPI, baru saja menjalani suspensi singkat. Ketiganya sempat dihentikan perdagangannya pada 28 Januari 2026 sebelum akhirnya dibuka kembali besok.

Bursa terus mengimbau kepada para pihak yang berkepentingan untuk selalu memperhatikan keterbukaan informasi. Investor diharapkan memantau setiap data yang disampaikan oleh masing-masing perseroan sebelum mengambil keputusan investasi.

Harga Saham

Saham IFSH melonjak tajam pada perdagangan Selasa, 13 Januari 2026. Harga terakhir berada di Rp2.100, melesat Rp420 atau 25% dari penutupan sebelumnya di Rp1.680 pada 12 Januari 2026. Saham ini dibuka di Rp1.750 dan bergerak di rentang Rp1.750 hingga Rp2.100. Level Rp2.100 menjadi harga tertinggi sekaligus harga penutupan hari ini. Volume transaksi mencapai 809.800 saham. Harga tersebut juga menjadi rekor tertinggi tahun berjalan. Harga terendah tahun berjalan tercatat di Rp815 pada 2 Januari 2026. Dalam periode 52 minggu, IFSH bergerak di kisaran Rp650–Rp2.100. Kapitalisasi pasar saham ini mencapai sekitar Rp4.462.500.000.000.

Saham SOTS ditutup menguat pada perdagangan 14 Januari 2026. Harga terakhir berada di Rp5.025, naik Rp1.005 atau 25,00% dari penutupan sebelumnya di Rp4.020 pada 13 Januari 2026. Saham ini dibuka di Rp5.025 dan langsung bergerak di level tertingginya pada hari itu. Harga terendah tercatat di Rp4.420. Volume transaksi mencapai 4.066.400 saham. Sepanjang tahun berjalan, harga tertinggi berada di Rp5.025 dan harga terendah di Rp1.420 pada 2 Januari 2026. Dalam 52 minggu terakhir, saham ini bergerak di kisaran Rp234 hingga Rp5.025.

Saham INAI melonjak tajam pada perdagangan Selasa, 27 Januari 2026. Harga ditutup di Rp292, naik Rp58 atau 24,79% dari penutupan sebelumnya Rp234 pada 26 Januari 2026. Saham ini dibuka di Rp234, bergerak di rentang Rp234–Rp292, sekaligus mencetak harga tertinggi tahun berjalan di Rp292. Volume transaksi mencapai 45.032.400 saham. Dalam setahun terakhir, INAI bergerak di kisaran Rp81–Rp312, dengan harga terendah tahun berjalan Rp150 pada 2 Januari 2026. Kapitalisasi pasar INAI tercatat sekitar Rp185 miliar.

Sementara itu, saham PLAN ditutup menguat di Rp106 pada 27 Januari 2026. Harga naik Rp9 atau 9,28% dari penutupan sebelumnya Rp97. Saham ini dibuka di Rp106, bergerak di rentang Rp101–Rp106, sekaligus mencetak harga tertinggi tahun berjalan di Rp106. Volume transaksi tercatat 10.678.400 saham. Dalam 52 minggu terakhir, PLAN bergerak di kisaran Rp27–Rp106, dengan harga terendah tahun berjalan Rp45 pada 6 Januari 2026. Kapitalisasi pasar PLAN sekitar Rp95 miliar.

Saham LMPI juga menguat signifikan. Harga terakhir tercatat Rp314, naik Rp62 atau 24,60% dibanding penutupan sebelumnya Rp252 pada 26 Januari 2026. Saham ini dibuka di Rp264, sempat turun ke Rp216, lalu menguat hingga menyentuh Rp314 yang menjadi harga tertinggi tahun berjalan. Volume perdagangan mencapai 29.204.400 saham. Sepanjang 52 minggu terakhir, LMPI bergerak di rentang Rp97–Rp314, dengan harga terendah tahun berjalan Rp137 pada 7 Januari 2026. Kapitalisasi pasar LMPI berada di kisaran Rp316,6 miliar.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Medco Targetkan Produksi 170 Ribu Barel Minyak per Hari pada 2026, Tertinggi Sepanjang  Sejarah

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Manajemen PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC)...

IHSG Anjlok Lebih dari 7%, Gema Goeyardi Minta Investor Tak Panik dan Lirik Saham Bank

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Pasar modal Indonesia kembali mengalami guncangan...

RMK Energy (RMKE) Emisi Obligasi Rp600 Miliar, Mayoritas Dana Dipinjamkan ke Anak Usaha

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - PT RMK Energy Tbk (RMKE) berencana melakukan...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Populer 7 Hari

Berita Terbaru