Senin, Januari 12, 2026
26.5 C
Jakarta

BEI Lepas Gembok Suspensi 8 Saham dan 1 Waran Mulai 6 Januari 2026

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) segera membuka kembali gembok perdagangan delapan saham dan satu waran seri I. Perdagangan efek tersebut aktif kembali mulai sesi I tanggal 6 Januari 2026. Langkah ini diambil otoritas bursa setelah melakukan penilaian terhadap perkembangan pasar.

Saham yang kembali melantai meliputi PT Yelooo Integra Datanet Tbk (YELO), PT Intraco Penta Tbk (INTA), dan PT Djasa Ubersakti Tbk (PTDU). Ada pula PT Capitol Nusantara Indonesia Tbk (CANI), PT Esta Multi Usaha Tbk (ESTA), serta PT Logindo Samudramakmur Tbk (LEAD).

Dua emiten pelayaran lainnya yakni PT Soechi Lines Tbk (SOCI) dan PT Humpuss Maritim Internasional Tbk (HUMI) turut mendapatkan izin dagang. Selain saham, Waran Seri I PT Humpuss Maritim Internasional Tbk (HUMI-W) dapat ditransaksikan kembali oleh para investor.

Pembukaan perdagangan berlaku di Pasar Reguler maupun Pasar Tunai. Khusus untuk HUMI-W, perdagangan dibuka kembali di seluruh pasar. Sebelumnya, BEI melakukan suspensi guna melindungi investor dari fluktuasi harga luar biasa.

Kepala Divisi Pengaturan & Operasional Perdagangan BEI Pande Made Kusuma Ari A. memberikan penjelasan resmi melalui keterbukaan informasi. Keputusan pembukaan ini merujuk pada rangkaian pengumuman bursa yang terbit sejak Desember 2025 hingga Januari 2026.

Tiga saham yaitu LEAD, SOCI, dan HUMI baru saja menjalani suspensi satu hari pada 5 Januari 2026. Otoritas bursa memandang perlu penghentian tersebut seiring lonjakan harga kumulatif signifikan. Upaya ini menjadi sarana cooling down bagi pelaku pasar.

Pande menegaskan tujuan kebijakan penghentian perdagangan sebelumnya. “Penghentian sementara perdagangan saham dengan tujuan untuk memberikan waktu yang memadai bagi pelaku pasar untuk mempertimbangkan secara matang berdasarkan informasi yang ada dalam setiap pengambilan keputusan investasinya,” ungkapnya dikutip Senin (5/1/2026).

Saham YELO, INTA, PTDU, CANI, dan ESTA telah dibekukan lebih lama sejak Desember 2025. Pergerakan harga kumulatif yang sangat tinggi pada saham-saham ini sempat memicu kekhawatiran otoritas bursa. BEI ingin memastikan perdagangan berjalan secara wajar dan teratur.

Bursa mengimbau pihak berkepentingan selalu memperhatikan keterbukaan informasi yang disampaikan masing-masing perseroan. Keputusan investasi sebaiknya berdasar pada pertimbangan matang terhadap setiap informasi tersedia. Langkah ini menjadi bagian dari perlindungan investor di pasar modal tanah air.

- Advertisement -

Artikel Terkait

SMIL Siap Gandeng Perusahaan Jepang, Bidik Investasi di Atas Rp350 Miliar

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) — PT Sarana Mitra Luas Tbk (SMIL)...

MSIE Tuntaskan Penggunaan Dana IPO Rp36 Miliar, Sisa Dana Hanya Rp401 Ribu

STOCKWATCH.ID (SURABAYA) — PT Multisarana Intan Eduka Tbk (MSIE)...

IHSG Berpeluang Lanjut Menguat, Intip 6 Saham Jagoan BNI Sekuritas Hari Ini! Ada KPIG dan BULL

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Populer 7 Hari

Berita Terbaru