STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Otoritas Bursa Efek Indonesia (BEI) tengah memantau perkembangan saham PT Cipta Selera Murni Tbk (CSMI), dan saham PT Hotel Sahid Jaya International Tbk (SHID) karena bergerak di luar kebiasaan (Unusual Market Activity/UMA).
Yulianto Aji Sadono, Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI, dalam pengumuman tertulis, Senin (07/7/2025) mengatakan, pengawasan terhadap pola transaksi saham CSMI dan SHID dilakukan BEI dalam rangka perlindungan bagi investor.
Menurut Yulianto, informasi ini disampaikan agar investor lebih hati-hati dalam melakukan transaksi atas kedua saham tersebut di atas. Namun, Dia mengingatkan, pengumuman UMA ini tidak serta merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan di bidang pasar modal.
Yulianto mengimbau kepada investor untuk memperhatikan jawaban manajemen CSMI dan SHID atas permintaan konfirmasi BEI terkait perkembangan harga saham tersebut. Selain itu, investor juga diminta mencermati kedua saham perusahaan tercatat di atas dan keterbukaan informasi.
Investor juga diminta untuk mengkaji kembali rencana corporate action kedua Perusahaan Tercatat di atas apabila rencana tersebut belum mendapatkan persetujuan RUPS. “Investor perlu mempertimbangkan berbagai kemungkinan yang dapat timbul di kemudian hari sebelum melakukan pengambilan keputusan investasi terhadap saham CSMI dan SHID,” ungkapnya.
Seperti diketahui, saham CSMI pada perdagangan, Senin (07/7/2025) ditutup di level Rp1.105 per unit, turun 14,67% dibanding penutupan, Jumat (04/7/2025). Selama sepekan perdagangan di BEI, harga saham CSMI telah anjlok 41,37%.
Adapun saham SHID ditutup di level Rp1.075 per unit, pada perdagangan, Senin (07/7/2025), naik 25% dibanding, Jumat, 4 Juli 2025 di Rp860 per unit. Dalam perdagangan sepekan, harga saham SHID sudah melonjak 56,93%, dari Rp685 per unit pada 30 Juni 2025 menjadi Rp1.075 per unit pada 7 Juli 2025. (konrad)
