Stockwatch.id Versi penuh
Market

BEI Rilis Saham Kategori Kepemilikan Terkonsentrasi Tinggi (HSC), Ini Daftarnya

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) bersama PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) mulai mengumumkan daftar emiten yang masuk kategori Kepemilikan Saham Terkonsentrasi Tinggi (...

Oleh Daiz La Ode 15 Jul 2026 05:39 4 menit baca

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) bersama PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) mulai mengumumkan daftar emiten yang masuk kategori Kepemilikan Saham Terkonsentrasi Tinggi (High Shareholding Concentration/HSC) usai penerapan indikator price impact ratio. Pengumuman ini berdasarkan struktur kepemilikan saham per 30 Juni 2026. Pengumuman tersebut diterbitkan pada 14 Juli 2026 dan dipublikasikan melalui sistem keterbukaan informasi BEI pada 15 Juli 2026.

Penetapan status HSC dilakukan berdasarkan metodologi atas struktur kepemilikan saham dalam bentuk warkat dan tanpa warkat. Saham emiten-emiten tersebut dimiliki oleh sejumlah terbatas pemegang saham yang secara agregat menguasai lebih dari 90% total saham perusahaan.

Ini merupakan tindaklanjut dari pengumuman BEI sehari sebelumnya. BEI  mengumumkan telah menambahkan metodologi baru dalam penentuan saham dengan kategori HSC. Adapun kriteria anyar yang digunakan adalah penerapan indikator price impact ratio.

Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, mengatakan langkah tersebut merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan bursa dalam menjalankan agenda reformasi pasar modal Indonesia.

"Kami terus melakukan review atas seluruh aksi reformasi yang telah dilakukan dan berkomunikasi secara intens dengan seluruh stakeholders untuk mendapatkan masukan terkait langkah lanjutan reformasi pasar modal," ujar Jeffrey di Gedung BEI, Jakarta, Selasa (14/7/2026).

Jeffrey menjelaskan, BEI terlebih dahulu melakukan evaluasi terhadap seluruh saham yang memiliki kapitalisasi pasar di atas Rp10 triliun. Jumlahnya mencapai 171 saham. Dari 171 saham tersebut, bursa kemudian mengukur tingkat price impact ratio masing-masing emiten untuk melihat apakah dampak pergerakan harga saham tergolong tinggi atau rendah. Saham dengan price impact ratio tinggi selanjutnya masuk dalam tahap penyaringan lebih lanjut guna melihat potensi adanya konsentrasi kepemilikan saham atau HSC.

Hasilnya, sebanyak 37 saham baru masuk dalam daftar HSC. Tak pelak, total saham dalam kategori HSC tersebut melambung menjadi 51 emiten.

BEI telah merilis nama ke-37 saham baru masuk dalam daftar HSC. Dari daftar tersebut, PT Maha Properti Indonesia Tbk (MPRO) menjadi emiten dengan tingkat konsentrasi kepemilikan tertinggi. Sejumlah pemegang saham tercatat menguasai 99,99% saham perseroan.

Posisi berikutnya ditempati PT DCI Indonesia Tbk (DCII) dengan tingkat HSC sebesar 99,96%, disusul PT Krom Bank Indonesia Tbk (BBSI) dan PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN) yang masing-masing mencatatkan HSC sebesar 99,95%.

Tingginya tingkat HSC menunjukkan sebagian besar saham perusahaan dikuasai oleh pemegang saham tertentu, sehingga jumlah saham yang beredar di publik relatif terbatas.

Selain MPRO dan DCII, sejumlah emiten lain juga mencatatkan tingkat konsentrasi kepemilikan di atas 99%. Di antaranya PT Golden Flower Tbk (POLU) sebesar 99,94%, PT Soho Global Health Tbk (SOHO) sebesar 99,93%, PT Bank Permata Tbk (BNLI) sebesar 99,92%, dan PT Yupi Indo Jelly Gum Tbk (YUPI) sebesar 99,91%.

PT Famon Awal Bros Sedaya Tbk (PRAY) berada di posisi berikutnya dengan HSC 99,84%, diikuti PT Bank SMBC Indonesia Tbk (BTPN) sebesar 99,78%, PT FAP Agri Tbk (FAPA) sebesar 99,77%, serta PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk (SMAR) sebesar 99,58%.

Sementara itu, beberapa emiten besar lainnya juga masuk dalam daftar saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi. PT Bayan Resources Tbk (BYAN) mencatat HSC sebesar 98,50%, PT Siloam International Hospitals Tbk (SILO) sebesar 96,70%, PT Bank Mega Tbk (MEGA) sebesar 95,68%, dan PT Global Digital Niaga Tbk (BELI) sebesar 93,83%.

Adapun PT MD Entertainment Tbk (FILM) dan PT Allo Bank Indonesia Tbk (BBHI) juga masuk dalam daftar dengan tingkat HSC masing-masing sebesar 92,98% dan 92,71%.

BEI dan KSEI menegaskan pengumuman HSC tidak serta merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap ketentuan di pasar modal.

“Pengumuman ini tidak serta merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan dan ketentuan yang berlaku di bidang Pasar Modal,” tulis BEI dan KSEI dalam pengumuman tersebut.

Pengumuman tersebut ditandatangani Direktur PT Bursa Efek Indonesia Yulianto Aji Sadono dan Direktur PT Kustodian Sentral Efek Indonesia Eqy Essiqy.

Berikut daftar lengkap 37 saham emiten yang baru masuk kategori Kepemilikan Saham Terkonsentrasi Tinggi (HSC) per 30 Juni 2026:

Kode Emiten Tingkat HSC
1 MPRO PT Maha Properti Indonesia Tbk 99,99%
2 DCII PT DCI Indonesia Tbk 99,96%
3 BBSI PT Krom Bank Indonesia Tbk 99,95%
4 PGUN PT Pradiksi Gunatama Tbk 99,95%
5 POLU PT Golden Flower Tbk 99,94%
6 SOHO PT Soho Global Health Tbk 99,93%
7 BNLI PT Bank Permata Tbk 99,92%
8 YUPI PT Yupi Indo Jelly Gum Tbk 99,91%
9 PRAY PT Famon Awal Bros Sedaya Tbk 99,84%
10 BTPN PT Bank SMBC Indonesia Tbk 99,78%
11 FAPA PT FAP Agri Tbk 99,77%
12 SMAR PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk 99,58%
13 MLPT PT Multipolar Technology Tbk 99,42%
14 CMNT PT Cemindo Gemilang Tbk 99,41%
15 GEMS PT Golden Energy Mines Tbk 99,24%
16 LIFE PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk 99,21%
17 BNII PT Bank Maybank Indonesia Tbk 99,14%
18 ELPI PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk 98,90%
19 MCOL PT Prima Andalan Mandiri Tbk 98,62%
20 BYAN PT Bayan Resources Tbk 98,50%
21 KING PT Hoffmen Cleanindo Tbk 98,40%
22 DNET PT Indoritel Makmur Internasional Tbk 98,06%
23 RISE PT Jaya Sukses Makmur Sentosa Tbk 98,03%
24 ALII PT Ancara Logistics Indonesia Tbk 97,62%
25 SRAJ PT Sejahteraraya Anugrahjaya Tbk 97,21%
26 MKPI PT Metropolitan Kentjana Tbk 97,02%
27 SILO PT Siloam International Hospitals Tbk 96,70%
28 CMNP PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk 96,64%
29 MORA PT Ekamas Mora Republik Tbk 95,65%
30 MEGA PT Bank Mega Tbk 95,68%
31 KONI PT Perdana Bangun Pusaka Tbk 95,08%
32 FITT PT Hotel Fitra International Tbk 95,00%
33 STTP PT Siantar Top Tbk 94,95%
34 BINA PT Bank Ina Perdana Tbk 94,79%
35 BELI PT Global Digital Niaga Tbk 93,83%
36 FILM PT MD Entertainment Tbk 92,98%
37 BBHI PT Allo Bank Indonesia Tbk 92,71%

Topik terkait
BEI Saham HSC kepemilikan terkonsentrasi daftar saham HSC BEI saham MPRO