BEI Suspensi 7 Saham Usai Harga Melonjak Tajam, Ini Daftarnya!
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara perdagangan delapan saham pada Jumat, 12 September 2025. Langkah ini diambil setelah terjadi peningkatan harga kumulatif...
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara perdagangan delapan saham pada Jumat, 12 September 2025. Langkah ini diambil setelah terjadi peningkatan harga kumulatif yang signifikan pada saham-saham terkait.
“Sehubungan dengan terjadinya peningkatan harga kumulatif yang signifikan pada saham dalam rangka cooling down sebagai bentuk perlindungan bagi Investor, PT Bursa Efek Indonesia memandang perlu untuk melakukan penghentian sementara perdagangan saham pada tanggal 12 September 2025,” ujar Yulianto Aji Sadono, Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI, dalam keterbukaan informasi yang dikutip Jumat (12/9/2025).
Suspensi berlaku di Pasar Reguler dan Pasar Tunai mulai sesi pertama perdagangan hari ini. Suspensi dini akan berlaku sampai pengumuman lebih lanjut dari BEI.
Delapan saham yang disuspensi yakni PT Voksel Electric Tbk (VOKS), PT Paperocks Indonesia Tbk (PPRI), PT Hassana Boga Sejahtera Tbk (NAYZ), PT Cakra Buana Resources Energi Tbk (CBRE), PT Golden Flower Tbk (POLU), PT Paramita Bangun Sarana Tbk (PBSA), dan PT Andalan Sakti Primaindo Tbk (ASPI).
Menurut Yulianto, penghentian sementara ini menjadi upaya cooling down untuk menjaga stabilitas pasar. “Dengan tujuan untuk memberikan waktu yang memadai bagi pelaku pasar untuk mempertimbangkan secara matang berdasarkan informasi yang ada dalam setiap pengambilan keputusan investasinya di saham,” jelasnya.
- Dirut Humpuss Intermoda Setiawan T. Widjojo Mundur, Ini Alasannya
- DIVA Jual 200 Ribu Saham Treasury, Sisa 28,38 Juta Saham
- Direktur SOLA Borong 676.500 Saham, Porsi Saham Mochamad Bhadiawi Naik
- BTPN Syariah Likuidasi Anak Usaha Ventura Usai Izin Usaha Dicabut OJK
- BEI Tambah Kriteria Pemantauan Khusus untuk TGUK dan SMRU
- Dirut Humpuss Intermoda Setiawan T. Widjojo Mundur, Ini Alasannya
- DIVA Jual 200 Ribu Saham Treasury, Sisa 28,38 Juta Saham
- Direktur SOLA Borong 676.500 Saham, Porsi Saham Mochamad Bhadiawi Naik
- BTPN Syariah Likuidasi Anak Usaha Ventura Usai Izin Usaha Dicabut OJK
- BEI Tambah Kriteria Pemantauan Khusus untuk TGUK dan SMRU
- BEI Suspensi Saham MDIA Mulai 5 Agustus 2026, Ini Alasannya
- Harga Minyak Dunia Anjlok, Kesepakatan Selat Hormuz Bakal Tercapai?
- Wall Street Cetak Rekor, S&P 500 Futures Bergerak Tipis Jelang Data Tenaga Kerja...
- BEI Tetapkan Saham AGAR Masuk Daftar Kepemilikan Terkonsentrasi Tinggi
- Harga Emas Dunia Menguat Saat Harga Minyak Anjlok, Investor Pantau Data Tenaga K...