STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara (suspensi) perdagangan saham PT MNC Digital Entertainment Tbk (MSIN). Langkah ini diambil setelah terjadi peningkatan harga kumulatif yang signifikan pada saham emiten media tersebut.
Suspensi perdagangan saham MSIN mulai berlaku pada hari Senin, 13 April 2026. Otoritas bursa melakukan penghentian sementara di Pasar Reguler maupun Pasar Tunai. Upaya ini dilakukan sebagai bentuk perlindungan bagi para investor.
Kebijakan suspensi bertujuan memberikan waktu memadai bagi para pelaku pasar. Investor diharapkan dapat mempertimbangkan secara matang setiap pengambilan keputusan investasi di saham MSIN berdasarkan informasi yang ada. Hal ini juga menjadi bagian dari langkah cooling down otoritas bursa.
Keputusan tersebut disampaikan oleh Kepala Divisi Pengaturan & Operasional Perdagangan BEI, Pande Made Kusuma Ari A., dalam keterbukaan informasi dikutip Senin (13/2026). Ia meminta para pihak yang berkepentingan untuk selalu memperhatikan keterbukaan informasi yang disampaikan oleh Perseroan.
“PT Bursa Efek Indonesia memandang perlu untuk melakukan penghentian sementara perdagangan saham PT MNC Digital Entertainment Tbk (MSIN) pada tanggal 13 April 2026,” tulis Pande dalam pengumuman resminya.
Harga Saham MSIN
Pada penutupan perdagangan Jumat (10/4/2026), harga saham MSIN ditutup melonjak 11,39% atau naik Rp135 poin ke posisi Rp1.320 per unit. Saham ini dibuka pada level Rp1.185 dan sempat menyentuh harga tertinggi Rp1.450.
Sepanjang perdagangan tersebut, harga terendah MSIN berada di level Rp1.155. Volume perdagangan tercatat mencapai 76.785.800 unit saham. Sebagai catatan, harga penutupan sebelumnya pada Kamis (9/4/2026) adalah Rp1.185 per saham.
Jika melihat tren sepanjang tahun berjalan (year to date), harga Rp1.320 merupakan level tertinggi baru bagi MSIN. Titik terendah saham ini berada pada harga Rp292 yang terjadi pada 6 Februari 2026. Saat ini, nilai kapitalisasi pasar (market cap) PT MNC Digital Entertainment Tbk tercatat mencapai Rp80,09 triliun.
