STOCKWATCH.ID (BAKAUHENI) – Kehadiran BRILink Agen kian menjadi solusi penting bagi masyarakat, terutama di wilayah yang jauh dari kantor bank. Di Bakauheni, Lampung, usaha milik Na’am Muslim berkembang dari modal terbatas hingga menjadi andalan warga untuk berbagai kebutuhan transaksi keuangan.
Na’am menuturkan, langkahnya menjadi Agen BRILink berawal dari pengamatan sederhana terhadap anggota keluarganya yang lebih dulu menjalankan usaha agen PPOB di kampung. Dari sana, ia melihat peluang usaha yang menjanjikan dan memutuskan mendaftar ke unit BRI terdekat.
“Awalnya saya melihat keluarga yang menjadi agen PPOB di kampung. Pendapatannya cukup menjanjikan, lalu saya mencoba datang ke unit bank terdekat untuk mendaftar menjadi agen,” ujar Na’am Muslim.
Menurut dia, proses menjadi Agen BRILink tergolong mudah. Setelah melalui beberapa tahapan, ia memperoleh mesin EDC dan mulai melayani transaksi masyarakat.
Namun, tantangan terbesar muncul pada fase awal usaha, yakni keterbatasan modal. Kondisi ini memengaruhi kapasitas layanan yang bisa diberikan kepada nasabah.
“Semakin besar modal yang kita miliki, semakin banyak nasabah yang bisa kita layani,” kata Na’am.
Seiring waktu, usaha tersebut mulai memberikan hasil positif. Pendapatan dari transaksi nasabah membantu memenuhi kebutuhan rumah tangga dan memperbaiki kondisi ekonomi keluarga.
“Alhamdulillah, dari usaha ini kami mendapatkan keuntungan yang cukup besar sehingga kebutuhan keluarga bisa tercukupi,” ungkapnya.
Na’am juga mencatat lonjakan transaksi signifikan pada periode Ramadan hingga menjelang Lebaran. Aktivitas ramai sejak pagi pukul 07.00-10.00 WIB, lalu kembali meningkat pada sore hingga malam pukul 16.00-20.00 WIB.
Jenis transaksi yang paling dominan adalah transfer dan tarik tunai. Menjelang Lebaran, kebutuhan masyarakat untuk mengirim uang ke keluarga dan menyiapkan uang tunai ikut mendorong kenaikan volume transaksi.
“Biasanya yang paling banyak itu transfer dan tarik tunai, terutama menjelang Lebaran,” ujarnya.
Bagi Na’am, kepuasan nasabah menjadi pengalaman paling berkesan selama menjalankan usaha tersebut. Ia mengedepankan pelayanan yang ramah agar masyarakat merasa nyaman.
“Ketika kita melayani nasabah dengan baik, lalu mereka merasa puas dan nyaman, itu yang menjadi kesan terbaik bagi kami,” tuturnya.
Ia menilai pertumbuhan usaha BRILink tidak lepas dari tingginya kebutuhan masyarakat terhadap layanan transaksi perbankan, terutama di daerah. Reputasi BRI yang sudah dikenal luas hingga pelosok juga menjadi pendorong utama.
“Di berbagai daerah, masyarakat sudah terbiasa menggunakan layanan transaksi BRI,” jelas Na’am.
Rasa bangga juga muncul setiap kali melihat warga terbantu. Baginya, BRILink bukan hanya sumber penghasilan, tetapi juga sarana memberi manfaat bagi lingkungan sekitar.
“Kami merasa senang dan bangga bisa membantu masyarakat melakukan transaksi yang mereka butuhkan,” katanya.
Ke depan, Na’am berharap usahanya terus berkembang dan mampu melayani seluruh kebutuhan transaksi masyarakat Bakauheni.
“Harapan kami usaha ini terus berjalan baik dan kebutuhan transaksi masyarakat selalu bisa kami layani,” ucapnya.
Pada kesempatan terpisah, Corporate Secretary BRI, Dhany, menegaskan jaringan BRILink Agen seperti yang dijalankan Na’am menjadi strategi perseroan untuk memperluas jangkauan layanan keuangan sekaligus mendorong aktivitas ekonomi komunitas.
“BRILink Agen merupakan ujung tombak inklusi keuangan BRI,” ujar Dhany.
Hingga Februari 2026, jumlah BRILink Agen tercatat lebih dari 1,2 juta agen, tumbuh 8,32% YoY. Jaringan ini tersebar di lebih dari 66 ribu desa dan menjangkau lebih dari 80% wilayah Indonesia.
Sepanjang periode tersebut, BRILink Agen membukukan volume transaksi mencapai Rp279 triliun dengan total transaksi lebih dari 170 juta.
