STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali mengambil langkah tegas untuk menertibkan pasar modal. Otoritas bursa memutuskan menghentikan sementara perdagangan (suspensi) terhadap enam saham dan satu waran sekaligus. Suspensi ini mulai berlaku efektif pada sesi I perdagangan hari ini, Kamis (8/1/2026).
Langkah ini diambil akibat pergerakan harga yang tidak wajar di pasar. Keenam saham tersebut dinilai mengalami peningkatan harga kumulatif yang sangat signifikan. Kebijakan ini diterapkan sebagai upaya perlindungan bagi para investor.
Saham-saham yang terkena suspensi adalah PT Arkora Hydro Tbk (ARKO), PT Sreeya Sewu Indonesia Tbk (SIPD), dan PT Graha Prima Mentari Tbk (GRPM) beserta Waran Seri I (GRPM-W). Selain itu, suspensi juga menyasar saham PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI), PT Alfa Energi Investama Tbk (FIRE), serta PT Bumi Benowo Sukses Sejahtera Tbk (BBSS).
Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI, Yulianto Aji Sadono menyampaikan pengumuman ini melalui keterbukaan informasi. Pihaknya menegaskan tindakan ini penting untuk menjaga perdagangan yang teratur, wajar, dan efisien.
Penghentian sementara perdagangan saham ini dilakukan di Pasar Reguler dan Pasar Tunai. Khusus untuk Waran Seri I GRPM-W, penghentian perdagangan berlaku di seluruh pasar.
“Penghentian sementara perdagangan … tersebut dilakukan di Pasar Reguler dan Pasar Tunai, dengan tujuan untuk memberikan waktu yang memadai bagi pelaku pasar untuk mempertimbangkan secara matang berdasarkan informasi yang ada dalam setiap pengambilan keputusan investasinya,” tulis Yulianto dalam keterbukaan informasi.
Bursa meminta para investor untuk lebih berhati-hati. Pihak yang berkepentingan diharapkan selalu memantau perkembangan terkini dari emiten terkait.
“Para pihak yang berkepentingan diharapkan untuk selalu memperhatikan keterbukaan informasi yang disampaikan oleh Perseroan,” pungkasnya.
Harga Saham
Pada perdagangan Selasa, 7 Januari 2026, ARKO memimpin kenaikan setelah ditutup di level Rp10.750, melonjak Rp1.550 atau 16,85% dibanding penutupan sebelumnya Rp9.200 pada 6 Januari 2026. Saham ini dibuka di Rp9.425 dan sempat bergerak di rentang Rp8.725 hingga Rp11.025. Volume perdagangan mencapai 6.068.700 saham. Sepanjang tahun berjalan, harga tertinggi ARKO berada di Rp10.750 dan terendah Rp7.125. Dalam 52 pekan terakhir, saham ini bergerak di kisaran Rp675 hingga Rp11.025 dengan kapitalisasi pasar Rp31.481.321.250.000.
SIPD juga menguat dan ditutup di Rp1.330 atau naik Rp120 setara 9,92% dari harga penutupan sebelumnya Rp1.210. Saham ini dibuka sekaligus bergerak datar di Rp1.330 sepanjang perdagangan. Volume transaksi tercatat 87.800 saham. Harga tertinggi SIPD pada tahun berjalan berada di Rp1.330 dan terendah Rp1.125. Dalam periode 52 pekan, saham ini bergerak di rentang Rp605 hingga Rp1.390 dengan kapitalisasi pasar Rp2.446.005.734.480.
Sementara itu, GRPM ditutup menguat di Rp122, naik Rp11 atau 9,91% dibanding penutupan sebelumnya Rp111. Saham ini dibuka di Rp121 dan bergerak di kisaran Rp111 hingga Rp122. Volume perdagangan mencapai 9.738.000 saham. Sepanjang tahun berjalan, harga terendah GRPM tercatat di Rp92 dan tertinggi Rp122. Dalam 52 pekan terakhir, saham ini bergerak di rentang Rp42 hingga Rp122 dengan kapitalisasi pasar Rp188.501.132.866.
BIPI turut mencatat kenaikan dengan harga penutupan Rp180, naik Rp13 atau 7,78% dari posisi sebelumnya Rp167. Saham ini dibuka di Rp160 dan sempat menyentuh level tertinggi Rp198 serta terendah Rp147. Volume perdagangan mencapai 5.244.314.500 saham. Sepanjang tahun berjalan, BIPI bergerak di kisaran Rp92 hingga Rp180. Dalam 52 pekan terakhir, saham ini berada di rentang Rp68 hingga Rp198 dengan kapitalisasi pasar Rp11.467.835.445.060.
FIRE juga menguat dan ditutup di Rp258, naik Rp24 atau 10,26% dibanding penutupan sebelumnya Rp234. Saham ini dibuka di Rp240 dan bergerak di kisaran Rp240 hingga Rp288. Volume transaksi tercatat 182.257.200 saham. Sepanjang tahun berjalan, harga terendah FIRE berada di Rp174 dan tertinggi Rp258. Dalam 52 pekan, saham ini bergerak di rentang Rp65 hingga Rp288 dengan kapitalisasi pasar Rp380.643.700.182.
Adapun BBSS mencatat kenaikan tajam dengan penutupan di Rp730, melonjak Rp105 atau 16,80% dari harga sebelumnya Rp625. Saham ini dibuka di Rp700 dan bergerak di kisaran Rp635 hingga Rp780. Volume perdagangan mencapai 10.351.300 saham. Sepanjang tahun berjalan, BBSS bergerak di rentang Rp400 hingga Rp730. Dalam 52 pekan terakhir, saham ini berada di kisaran Rp150 hingga Rp780 dengan kapitalisasi pasar Rp3.504.011.694.600.
