Stockwatch.id Versi penuh
Market

IHSG Berpotensi Menguat, Simak Daftar Saham Pilihan MNC Sekuritas Hari ini!

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan Selasa (8/8/2023) berpeluang melanjutkan penguatan. Kendati begitu, pergerakan IHSG cenderung s...

Oleh Daiz La Ode 08 Aug 2023 06:26 3 menit baca

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan Selasa (8/8/2023) berpeluang melanjutkan penguatan. Kendati begitu, pergerakan IHSG cenderung sideways dalam jangka pendek. Hari ini, IHSG diprediksi akan bergerak pada level 6.834 sebagai area support dan resistance 6.925. Demikian hasil analisa T. Herditya Wicaksana, analis teknikal MNC Sekuritas (MNCS), dalam risetnya di Jakarta, hari ini.

“Kami perkirakan IHSG akan dipengaruhi laju dari bursa AS yang rebound dan menguat. Dengan adanya rilis kinerja emiten yang membaik ditambah US Treasury Note yang berangsur membaik,” ujar pria yang akrab disapa Didit itu, menjawab stockwatch, di Jakarta, Selasa (8/82023).

Pada penutupan perdagangan Senin (7/8/2023), IHSG berakhir menguat 0,5% menjadi 6.886. Penguatan IHSG disertai dengan munculnya volume pembelian. Adapun pergerakan IHSG masih cenderung sideways.

Menurut Didit, investor dapat mencermati area support terdekat IHSG pada level 6.834. Apabila IHSG masih mampu berada di atas area tersebut, maka posisi IHSG saat ini sedang berada di awal wave v dari wave (a) dari wave [iii] pada label biru. Sehingga, IHSG masih cenderung uptrend untuk membentuk wave v ke rentang 6.966-7.013.

“Namun, bila break 6.834 maka IHSG rawan melanjutkan koreksinya kembali ke rentang 6.793-6.820 untuk membentuk wave iv dari wave (a) dari wave [iii]. Support: 6.834, 6.798. Resistance: 6.966, 7.054” urai Didit.

Untuk perdagangan hari ini, Didit merekomendasikan empat saham. Berikut ulasan lengkapnya:

1.HRTA – Buy on Weakness HRTA menguat 3,5% ke Rp 474 disertai dengan munculnya volume pembelian. Selama HRTA masih mampu berada di atas Rp 406 sebagai stoplossnya, maka posisi HRTA saat ini masih berada pada bagian dari wave (b) dari wave [iii], sehingga koreksi HRTA akan cenderung terbatas dan berpeluang menguat.

Buy on Weakness: Rp 436-460 Target Price: Rp 500, 550 Stoploss: below Rp 406

2.MEDC – Buy on Weakness MEDC menguat 1,4% ke Rp 1.070 disertai dengan munculnya volume pembelian. Apabila MEDC masih mampu berada di atas Rp 1.025 sebagai stoplossnya, maka posisi MEDC saat ini sedang berada di awal wave (iii) dari wave [c] pada label hitam.

Buy on Weakness: Rp 1.045-1.060 Target Price: Rp 1.160, 1.255 Stoploss: below Rp 1.025

3.PGAS – Buy on Weakness PGAS menguat 0,4% ke Rp 1.395 dan masih didominasi oleh volume pembelian. Apabila PGAS masih mampu berada di atas Rp 1.355 sebagai stoplossnya, maka posisi PGAS saat ini sedang berada pada bagian dari wave [c] dari wave A pada label hitam.

Buy on Weakness: Rp 1.365-1.390 Target Price: Rp 1.430, 1.455 Stoploss: below Rp 1.355

4.PNLF – Buy on Weakness PNLF menguat 4% ke Rp 314 disertai dengan munculnya volume pembelian, penutupan PNLF pun mampu berada di atas MA20. Selama masih mampu berada di atas Rp 286 sebagai stoplossnya, maka posisi PNLF saat ini sedang berada di awal wave 3.

Buy on Weakness: Rp 298-308 Target Price: Rp 326, 348 Stoploss: below Rp 286

Topik terkait
IHSG Indeks Harga Saham Gabungan MNC Sekuritas Bursa Efek Indnesia (BEI)