Bidik Kenaikan Laba Bersih 110% pada 2023, Intip Kinerja Data Sinergitama Jaya (ELIT) per Maret 2023
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - PT Data Sinergitama Jaya Tbk (ELIT) atau Elitery, menargetkan pertumbuhan laba bersih sebesar 110% pada 2023 menjadi Rp21 miliar dibandingkan realisasi pada periode yang sam...
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - PT Data Sinergitama Jaya Tbk (ELIT) atau Elitery, menargetkan pertumbuhan laba bersih sebesar 110% pada 2023 menjadi Rp21 miliar dibandingkan realisasi pada periode yang sama tahun 2022 sekitar Rp9,64 miliar. Hal itu diungkapkan oleh Kresna Adiprawira, Direktur Utama ELIT, dalam paparan publik usai RUPST Perseroan, di Jakarta, Rabu (24/5/2023).
Menurut Kresna, kenaikan laba bersih perusahaan penyedia layanan managed service di bidang teknologi informasi, khususnya teknologi pusat data virtual (cloud) itu antara lain akan ditopang oleh pendapatan usaha. Adapun tahun ini, pendapatan usaha ELIT ditargetkan mencapai RP248 miliar, naik 39% dari Rp178,62 miliar capaian pada periode yang sama tahun 2022.
Kresna optimistis terhadap prospek pertumbuhan ekonomi digital yang pesat di Indonesia. “Hal ini yang membuat Elitery yakin bahwa kinerja Perseroan akan mengalami peningkatan pada tahun ini dibandingkan dengan realisasi tahun 2022,” ujarnya.
Bedasarkan proyeksi International Data Corporation (IDC), lanjut dia, dalam dua tahun terakhir, perkembangan cloud computing di Indonesia mengalami kenaikan sebesar US$186,48 juta. Menurut BCG, Indonesia menjadi salah satu negara di kawasan Asia Pasifik yang mengalami pertumbuhan pasar public cloud tercepat. Ini dibuktikan dengan adanya peningkatan CAGR (Compound Annual Growth Rate) dari US$200 juta pada 2018 menjadi US$800 juta pada 2023.
“Ke depannya, industri TI di Indonesia akan semakin berkembang pesat. Ditambah posisi Indonesia yang diuntungkan dengan kondisi demografis yang merupakan pasar yang luar biasa bagi industri TI. Melihat besarnya potensi tersebut kedepannya, Perseroan dapat menjadi salah satu leading company yang patut diperhitungkan baik di tingkat nasional maupun global,” papar Kresna.
- Laba PGEO Naik 15,48% Jadi USD79,61 Juta di Semester I 2026, Ini Penopangnya
- TPIA Siapkan Capex Lebih dari USD1 Miliar dalam Lima Tahun, Fokus Pertumbuhan da...
- Direktur TPMA Jual 2 Juta Saham, Porsi Free Float Naik ke 29,48%
- RANS Gelar RUPSLB 10 September 2026, Bahas Apa?
- MDKA Bayar Pokok dan Bunga Obligasi Rp1,504 Triliun, Komitmen ke Investor Terpen...
- TPIA Siapkan Capex Lebih dari USD1 Miliar dalam Lima Tahun, Fokus Pertumbuhan da...
- Direktur TPMA Jual 2 Juta Saham, Porsi Free Float Naik ke 29,48%
- RANS Gelar RUPSLB 10 September 2026, Bahas Apa?
- Laba PGEO Naik 15,48% Jadi USD79,61 Juta di Semester I 2026, Ini Penopangnya
- KB Bank Siapkan Rp1,13 Triliun untuk Lunasi Obligasi Jatuh Tempo
- IHSG Berpeluang Koreksi Jangka Pendek, Intip 6 Saham Pilihan BNI Sekuritas Hari...
- Harga Emas Dunia Melandai, Investor Pantau Risiko Inflasi dan Timur Tengah
- OJK: Pasar Modal Indonesia Mulai Masuk Fase Pemulihan di Awal Triwulan III 2026
- Diplomasi Trump ke Iran Bikin Harga Minyak Anjlok 4,5%, Bursa Saham Eropa Parkir...
- Menkeu Purbaya: Ekonomi RI Triwulan II 2026 Diprakirakan Tetap Tumbuh Kuat, Ini...