STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Kegiatan usaha bulion di Indonesia terus berkembang pesat. Pengelolaan emas oleh lembaga jasa keuangan makin meningkat secara signifikan.
PT Pegadaian dan PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) mencatat kelolaan emas mencapai 153,05 ton. Angka ini merupakan posisi per Februari 2026.
Pegadaian mendominasi kelolaan lini bisnis emas sebesar 147,8 ton. Jumlah ini sudah mencakup captive gadai sebanyak 94 ton.
Total kelolaan Kegiatan Usaha Bulion (KUBL) Pegadaian mencapai 40,59 ton. Nilai kelolaan ini setara dengan Rp102 triliun.
Rincian KUBL Pegadaian ditopang oleh beberapa layanan unggulan. Tabungan emas mencatatkan volume sebesar 19,25 ton dengan nilai Rp55,05 triliun.
Layanan bullion trading Pegadaian menembus 15,07 ton senilai Rp11,37 triliun. Jasa titipan korporasi tercatat sebesar 3,7 ton senilai Rp10,57 triliun. Deposito emas membukukan volume 2,25 ton senilai Rp6,4 triliun.
BSI juga menorehkan kinerja positif di sektor pengelolaan emas. Perdagangan emas di BSI mencapai 2,78 ton dengan nilai Rp7,9 triliun.
Penitipan emas di bank syariah tersebut menyentuh angka 2,44 ton senilai Rp7,5 triliun. Simpanan emas BSI tercatat sebesar 26,62 kilogram dengan nilai Rp80,57 miliar.
“Capaian tersebut merupakan hasil kolaborasi berbagai pemangku kepentingan dalam ekosistem bulion yang memiliki komitmen bersama dalam meningkatkan nilai tambah sektor emas terhadap perekonomian nasional,” ujar Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae di Jakarta, Jumat (6/3/2026).
