Bos Atlantis (ATLA) Buang 0,51% Saham Perusahaan, Segini Untungnya
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Rudi Reksa Sutantra, Presiden Komisaris sekaligus pemegang saham pengendali PT Atlantis Subsea Indonesia Tbk (ATLA) menjual 31.605.600 unit (0,51%) sahamnya dalam perusahaa...
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Rudi Reksa Sutantra, Presiden Komisaris sekaligus pemegang saham pengendali PT Atlantis Subsea Indonesia Tbk (ATLA) menjual 31.605.600 unit (0,51%) sahamnya dalam perusahaan tersebut pada tanggal 24 dan 25 September 2025.
Seperti dikutip dalam laporan keterbukaan informasi yang disampaikan, Senin 29 September 2025, Rudi menjual saham ATLA pada harga Rp67-Rp70 per lembar sehingga berhasil mengantongi keuntungan sebesar Rp212,23 juta. Tujuan transaski adalah merealisasikan keuntungan investasi.
Kepemilikan Rudi Reksa Sutantra atas saham ATLA pasca penjualan tersebut, turun menjadi 50,16% dari sebelumnya sebesar 50,67% saham.
Harga saham ATLA pada perdagangan di BEI, Selasa 30 September 2025 tercatat naik 2.90% menjadi Rp71per unit, dibanding penutupan sehari sebelumnya di Rp69 per unit. Selama perdagangan bulan September 2025, saham ATLA naik 9,23%, dari posisi Rp65 per unit menjadi Rp71 per unit pada 30 September 2025.
Sekedar informasi, PT Atlantis Subsea Indonesia Tbk (ATLA) didirikan pada tahun 2016. Perusahaan ini menyediakan dukungan dan solusi spesialis multi-disiplin global untuk sektor minyak dan gas, energi dan energi terbarukan, serta infrastruktur kelautan. Perusahaan bekerja sama dengan perusahaan mitra di berbagai negara melakukan survei dan studi kelautan di seluruh dunia. (konrad)
- Direktur ISAT Irsyad Sahroni Borong 1 Juta Saham Senilai Rp1,92 Miliar
- Hasil Investasi Maximus Insurance Tertekan Volatilitas Pasar di Semester I 2026
- IHSG Pagi Ini Naik 21,717 Poin, Mayoritas Saham Menghijau
- NIRO Bakal Lepas Salah Satu Lini Usaha Entitas Anak, Ini Tujuannya
- BEI Hentikan Perdagangan Saham BAJA Usai Harga Melonjak 88,81%
- Direktur ISAT Irsyad Sahroni Borong 1 Juta Saham Senilai Rp1,92 Miliar
- IHSG Pagi Ini Naik 21,717 Poin, Mayoritas Saham Menghijau
- NIRO Bakal Lepas Salah Satu Lini Usaha Entitas Anak, Ini Tujuannya
- Hasil Investasi Maximus Insurance Tertekan Volatilitas Pasar di Semester I 2026
- BEI Hentikan Perdagangan Saham BAJA Usai Harga Melonjak 88,81%
- IHSG Berpeluang Koreksi Jangka Pendek, Intip 6 Saham Pilihan BNI Sekuritas Hari...
- Harga Emas Dunia Melandai, Investor Pantau Risiko Inflasi dan Timur Tengah
- Diplomasi Trump ke Iran Bikin Harga Minyak Anjlok 4,5%, Bursa Saham Eropa Parkir...
- Harga Minyak Dunia Anjlok Usai Trump Batalkan Serangan ke Iran
- Stock Futures Wall Street Naik Tipis Usai Dow Jones Cetak Rekor Tertinggi