BPS: Juli 2022 Terjadi Inflasi 0,64%, Tertinggi di Kendari
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan, pada Juli 2022 Indonesia mengalami inflasi 0,64%. Adapun inflasi pada periode Januari 2022 โ Juli 2022 mencapai 3,85%, dan pada perio...
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan, pada Juli 2022 Indonesia mengalami inflasi 0,64%. Adapun inflasi pada periode Januari 2022 โ Juli 2022 mencapai 3,85%, dan pada periode Juli 2021 โ Juli 2022, tercatat sebesar 4,94%.
Menurut siaran pers BPS, Senin (1/8), seluruh kota mengalami inflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Kendari sebesar 2,27% dan terendah terjadi di Pematang Siantar dan Tanjung masing-masing sebesar 0,04%.
Inflasi terjadi karena kenaikan harga. Ini ditunjukkan oleh peningkatan sebagian besar indeks kelompok pengeluaran, yaitu kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 1,16%; kelompok pakaian dan alas kaki 0,23%; kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga 0,47%; kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,25%; kelompok kesehatan 0,08%; kelompok transportasi 1,13%; kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya 0,33%; kelompok pendidikan 0,34%; kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran 0,34%; dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya 0,27%.
Sementara kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan indeks, yaitu kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,01%.
- AHAP Gelar Rights Issue 3,5 Miliar Saham, Asuransi Central Asia Serap 62,58%
- JakOne Mobile Berjaya, Bank Jakarta Sabet Penghargaan Digital Excellence Awards...
- Penjualan ICBP Capai Rp41,86 Triliun, Kenapa Laba Bersih Justru Susut 33% di Sem...
- Penjualan Indofood Tembus Rp65,53 Triliun, Tapi Laba Bersih Turun Gara-Gara Ini
- Telkom Cetak Laba Rp14,21 Triliun di Semester I 2026, Pendapatan Tembus Rp75,88...
- Prabowo Resmikan Akad Massal 62.000 KPR Rumah Subsidi dan KUR Perumahan Rp880 Mi...
- BRI Bekali PMI di Taiwan dengan Literasi Keuangan dan Kewirausahaan, Siapkan Usa...
- KUR Bank Mandiri Tembus Rp21,41 Triliun Semester I 2026, Jangkau 162 Ribu Pelaku...
- ANTAM Catat Lonjakan Penjualan Feronikel 32% di Semester I 2026
- Stock Future Nasdaq Menanjak, Laba Amazon Jaga Momentum Positif Wall Street