back to top

BPS: Pengangguran RI Turun Jadi 4,74%, Rata-rata Upah Capai Rp 3,33 Juta

STOCKWATCH.ID (JAKARTA)  – Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data terbaru keadaan ketenagakerjaan Indonesia per November 2025. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) nasional tercatat sebesar 4,74%. Angka tersebut mengalami penurunan sebesar 0,11% poin jika dibandingkan posisi Agustus 2025.

Jumlah angkatan kerja berdasarkan Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) mencapai 155,27 juta orang. Angka ini bertambah sebanyak 1,262 juta orang dari periode Agustus 2025.

Penduduk yang bekerja pada November 2025 mencapai 147,91 juta orang. Terjadi kenaikan jumlah penduduk bekerja sebanyak 1,371 juta orang dalam kurun waktu tiga bulan terakhir.

Sektor Penyediaan Akomodasi dan Penyediaan Makan Minum menjadi lapangan usaha dengan peningkatan pekerja terbanyak. Sektor ini tercatat menyerap 0,381 juta orang tenaga kerja baru.

Dari sisi pendapatan, rata-rata upah buruh di Indonesia saat ini berada pada angka Rp 3,33 juta per bulan. Terdapat perbedaan upah berdasarkan gender, di mana buruh laki-laki menerima rata-rata Rp 3,61 juta dan buruh perempuan sebesar Rp 2,82 juta.

Sektor Informasi dan Komunikasi memberikan upah tertinggi bagi pekerjanya dengan rata-rata Rp 5,17 juta. Sebaliknya, upah terendah terdapat pada lapangan usaha Aktivitas Jasa Lainnya sebesar Rp 1,96 juta.

Direktur Statistik Kependudukan dan Ketenagakerjaan BPS, Teguh Sugiyarto memberikan poin utama terkait kondisi ini.

“TPT mengalami penurunan 0,11% poin jika dibandingkan dengan Agustus 2025,” ujar Teguh Sugiyarto dalam rilis resminya, Kamis (5/2/2026).

Berdasarkan jenjang pendidikan, pengangguran masih didominasi oleh lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA) dengan porsi 29,61%. Sementara itu, tingkat pengangguran terendah berada pada lulusan Diploma I/II/III yang hanya sebesar 1,95%.

Data BPS juga menunjukkan adanya peningkatan jumlah pekerja komuter. Per November 2025, terdapat 7,97 juta orang pekerja komuter atau bertambah 0,278 juta orang dibanding Agustus 2025. Mayoritas dari mereka mengandalkan kendaraan pribadi atau dinas untuk mobilitas kerja.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,39% di Triwulan IV-2025, Sektor Transportasi Melesat

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Badan Pusat Statistik (BPS) merilis laporan...

Ketimpangan Indonesia Turun, Gini Ratio Capai 0,363 per September 2025

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan tingkat...

Angka Kemiskinan Indonesia Turun Menjadi 8,25% di September 2025

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan persentase...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru