Brent Melonjak 55% Selama Maret, Analis Prediksi Harga Minyak Tembus USD 150

STOCKWATCH.ID (HOUSTON) – Harga minyak mentah dunia berakhir bervariasi pada akhir perdagangan Senin (30/3/2026) waktu setempat atau Selasa pagi (31/3/2026) WIB. Harga minyak Brent menuju lonjakan bulanan terbesar dalam sejarah. Kenaikan dipicu meluasnya perang Iran yang kini memasuki minggu kelima.

Mengutip CNBC International, harga minyak mentah Brent untuk pengiriman naik 0,21 USD atau 0,19%. Harga minyak acuan internasional ini menetap pada level 112,78 USD per barel di London ICE Futures Exchange.

Adapun harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) melonjak 3,24 USD atau 3,25%. Minyak WTI berakhir pada posisi 102,88 USD per barel di New York Mercantile Exchange.

Harga minyak Brent melonjak sekitar 55% sepanjang Maret. Ini merupakan rekor tertinggi sejak kontrak tersebut dimulai pada tahun 1988. Rekor bulanan sebelumnya terjadi pada September 1990 dengan kenaikan 46% saat Perang Teluk pertama.

Minyak WTI juga naik sekitar 53% selama Maret. Pencapaian ini menjadi bulan terbaiknya sejak Mei 2020. Penutupan kali ini merupakan pertama kalinya WTI berada di atas 100 USD sejak Juli 2022.

Ketegangan makin panas usai Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengancam akan menghancurkan sumur minyak Iran. Trump juga mengincar pembangkit listrik dan Pulau Kharg milik Republik Islam tersebut. Ancaman ini akan dilaksanakan jika Selat Hormuz tidak segera dibuka kembali.

Dalam wawancara dengan Financial Times, Trump menyebut pilihannya di Iran adalah mengambil alih minyak. Ia menyamakan langkah ini dengan aksi AS di Venezuela sebelumnya.

Konflik antara AS-Israel melawan Iran kini menyebar ke seluruh wilayah. Kondisi tersebut meningkatkan risiko terhadap infrastruktur energi global. Gerakan Houthi di Yaman juga mulai terlibat langsung dengan meluncurkan rudal ke Israel pada Sabtu lalu.

Juru bicara Houthi Yahya Saree mengonfirmasi serangan rudal balistik ke situs militer sensitif Israel. Langkah ini sebagai bentuk dukungan terhadap Iran dan pasukan Hizbullah di Lebanon. Serangan tersebut menandai eskalasi konflik yang bermula dari serangan udara AS dan Israel pada 28 Februari.

Michael Haigh, Global Head of Fixed Income and Commodities Research di Societe Generale, memberikan pandangannya. Ia menyoroti potensi gangguan di Selat Bab el-Mandeb yang menghubungkan Teluk Aden ke Laut Merah.

“Memasuki bulan April sekarang, kita akan melihat banyak penyesuaian yang terjadi, tetapi jika ada empat juta barel lagi yang keluar dari Laut Merah, di atas apa yang sudah kita miliki, maka harga minyak pada tahap ini akan jauh, jauh lebih tinggi,” ujar Haigh kepada CNBC.

Analis Societe Generale memperkirakan harga minyak bisa menyentuh 150 USD per barel pada April. Hal ini dapat terjadi jika gangguan pasokan di Timur Tengah terus berlanjut. Kelompok Houthi diprediksi akan mencoba menutup lalu lintas maritim melalui jalur perdagangan global tersebut.

Presiden Yardeni Research, Ed Yardeni, menilai ekuitas global mulai mencerminkan skenario harga minyak tinggi dalam waktu lama. Risiko resesi juga meningkat seiring ketidakpastian konflik yang melibatkan Amerika Serikat secara lebih luas.

“Kecepatan dan besarnya pergerakan tersebut menggarisbawahi betapa cepatnya pasar energi menilai kembali risiko geopolitik, menantang upaya-upaya sebelumnya untuk menjaga pasar minyak dan obligasi tetap stabil, serta memperkuat risiko gangguan yang berkelanjutan di Selat tersebut,” tulis Yardeni.

David Roche, Strategist di Quantum Strategy, melihat pasar mulai memperhitungkan respons AS yang lebih agresif. Ada kemungkinan pengerahan pasukan darat untuk merebut pusat ekspor utama Iran di Pulau Kharg. Sekitar 90% aliran minyak Iran melewati pulau tersebut.

Roche memperingatkan langkah ini berisiko memicu eskalasi skala penuh. Teheran kemungkinan besar akan membalas dengan menargetkan infrastruktur penting di seluruh Teluk. Gangguan ini diprediksi merambat ke rute pasokan global dan membatasi ekspor minyak secara drastis.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Permintaan Aset Aman Meningkat, Harga Emas Dunia Naik Dua Hari Berturut-turut

STOCKWATCH.ID (CHICAGO) – Harga emas dunia kembali menguat pada...

Harga Emas Dunia Melonjak 3%, Ini Pemicunya!

STOCKWATCH.ID (CHICAGO) – Harga emas dunia melonjak tajam pada...

Harga Minyak Melejit ke Level Tertinggi 3 Tahun, Pasokan Timur Tengah Terancam

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Harga minyak dunia melonjak tajam...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru