STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) terus memperkuat perannya sebagai mitra strategis pemerintah dalam memperluas akses pembiayaan perumahan bagi masyarakat.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui optimalisasi penyaluran Kredit Program Perumahan (KPP) sebagai dukungan terhadap Program 3 Juta Rumah serta pembangunan sektor perumahan yang inklusif dan berkelanjutan.
Sepanjang 2026, BRI mencatat kinerja positif dalam penyaluran KPP. Sejak awal Januari hingga akhir Februari 2026, BRI telah menyalurkan KPP sebesar Rp2,30 triliun kepada 17.443 debitur.
Realisasi tersebut mencapai 28,75% dari target penyaluran KPP tahun 2026 yang dipatok sebesar Rp8 triliun.
Capaian tersebut menempatkan BRI sebagai bank dengan penyaluran KPP terbesar secara nasional. Kontribusinya mencapai sekitar 52,2% dari total penyaluran KPP nasional.
Dominasi tersebut menunjukkan komitmen dan konsistensi BRI dalam mendukung program pemerintah di sektor perumahan. Selain itu, posisi tersebut juga memperkuat peran BRI sebagai motor penggerak pembiayaan berbasis kerakyatan.
Direktur Utama BRI, Hery Gunardi, menjelaskan optimalisasi penyaluran KPP menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperluas akses pembiayaan yang inklusif dan berkelanjutan.
“Target penyaluran KPP sebesar Rp8 triliun pada tahun 2026 didukung oleh kekuatan fundamental BRI, mulai dari basis nasabah yang besar hingga jaringan layanan yang menjangkau hingga pelosok Indonesia. Dengan demikian, pembiayaan sektor perumahan, termasuk bagi pelaku UMKM di rantai pasok konstruksi, dapat tersalurkan secara lebih merata dan efektif,” ujar Hery, dalam keterangan resmi di Jakarta, Senin (9/3/2026).
Ia menambahkan penguatan pembiayaan di sektor perumahan tidak hanya berfokus pada sisi konsumsi, tetapi juga pada sisi produksi. Dukungan pembiayaan juga diarahkan kepada pelaku usaha bahan bangunan, kontraktor skala kecil, hingga distributor di berbagai daerah. Langkah ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem perumahan yang berkelanjutan sekaligus meningkatkan daya ungkit ekonomi lokal.
Apresiasi terhadap kinerja BRI juga datang dari Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait. “Saya menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada BRI atas komitmennya dalam memastikan KUR Perumahan terserap dengan sangat baik. Hingga saat ini, BRI merupakan bank penyalur terbesar KUR Perumahan. Peran dan dukungan BRI tentu sangat strategis dalam memperkuat program perumahan rakyat. Terima kasih Pak Dirut, Pak Hery,” ujar Maruarar.
KPP merupakan fasilitas pembiayaan investasi dan modal kerja dengan dukungan subsidi pemerintah. Skema ini ditujukan untuk menggerakkan aktivitas ekonomi dan UMKM, terutama di sektor bahan bangunan dan konstruksi.
Program ini tidak hanya mendukung kepemilikan rumah bagi masyarakat. KPP juga menciptakan efek berganda yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah.
Ke depan, BRI akan terus mengakselerasi penyaluran KPP dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian, tata kelola yang baik, serta manajemen risiko yang terukur.
Melalui langkah tersebut, BRI optimistis mampu mempertahankan posisi sebagai pemimpin penyaluran KPP nasional sekaligus mempertegas peran sebagai bank yang menghadirkan solusi keuangan bagi masyarakat dan mendukung pembangunan ekonomi Indonesia secara berkelanjutan.
