BRI Lepas BRI-MI dan PNM-IM ke Danantara, Babak Baru Konsolidasi Investasi Nasional

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Peta jalan pengelolaan investasi nasional memasuki babak baru yang krusial. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) resmi melakukan langkah strategis besar. Emiten bersandi saham BBRI ini melepas kepemilikan dua entitas manajemen investasinya kepada PT Danantara Asset Management (DAM).

Dua perusahaan tersebut adalah PT BRI Manajemen Investasi (BRI-MI) dan PT PNM Investment Management (PNM-IM). Langkah berani ini menjadi bagian dari strategi konsolidasi besar-besaran di bawah payung Danantara. Inisiatif tersebut bertujuan menciptakan kekuatan baru dalam pengelolaan aset negara yang lebih terintegrasi.

Berdasarkan Keterbukaan Informasi pada 2 April 2026, kesepakatan ini telah dikukuhkan. Penandatanganan Perjanjian Jual Beli Bersyarat (PJBB) dilakukan pada 1 April 2026. Transaksi ini melibatkan dana triliunan rupiah yang mencakup pengalihan saham anak dan cucu usaha BRI.

Corporate Secretary BRI, Dhanny, menjelaskan pengalihan kepemilikan ini bertujuan memperkuat ekosistem Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Transformasi ini diharapkan mampu melahirkan pengelola aset yang lebih adaptif dan berdaya saing global.

“Inisiatif ini dibuat untuk mendukung terbentuknya perusahaan pengelolaan aset yang lebih terintegrasi, adaptif, dan berdaya saing,” ujar Dhanny dalam keterangannya dikutip Jumat (10/4/2026).

Dalam transaksi pertama, BRI melepas 19.500.000 saham BRI-MI kepada DAM. Jumlah ini setara dengan 65% dari seluruh modal ditempatkan dan disetor. Nilai transaksi untuk pengalihan saham BRI-MI mencapai Rp975 miliar. Pengalihan ini secara otomatis mengakibatkan pengambilalihan kontrol atas BRI-MI oleh pihak Danantara.

Langkah serupa juga diambil oleh PT Permodalan Nasional Madani (PNM) sebagai anak usaha terkendali BRI. PNM menandatangani PJBB untuk menjual 109.999 saham PNM-IM miliknya kepada DAM. Porsi saham tersebut mencapai 99,999% dari seluruh modal PNM-IM. Nilai transaksi untuk cucu usaha BRI ini mencapai Rp345 miliar.

PT Danantara Asset Management kini memegang peran sebagai holding operasional. Perusahaan ini berambisi menjadi jawara baru di industri manajemen investasi. Inovasi produk dan layanan akan menjadi senjata utama untuk memberikan nilai tambah bagi para pemangku kepentingan.

Dari sisi operasional, entitas manajemen investasi ini tetap menjalankan bisnis utamanya. Mereka mengelola portofolio efek untuk nasabah serta portofolio investasi kolektif. Namun, lingkup kerjanya tidak mencakup pengelolaan dana asuransi, dana pensiun, atau bank yang mengelola investasinya sendiri.

Terkait tata kelola, BRI memastikan seluruh proses mengacu pada aturan hukum yang ketat. Pelaksanaan transaksi ini mengikuti Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) No. 42/2020. Beleid tersebut mengatur tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan guna menjaga transparansi.

Dhanny optimistis langkah ini akan membawa dampak positif jangka panjang bagi industri keuangan. Sinergi bisnis ini akan melengkapi kapabilitas yang sudah ada sebelumnya. Manfaat ekonomi dan sosial yang berkelanjutan menjadi target utama dari konsolidasi besar ini.

“Langkah ini diharapkan tidak hanya memberikan manfaat bagi Perseroan dan pemegang saham, tetapi juga berkontribusi dalam memperkuat ekosistem industri keuangan nasional,” pungkas Dhanny.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Cetak Sejarah! BTN Sukses Salurkan 6 Juta Unit KPR Senilai Rp530 Triliun

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk...

Kabar Gembira! Raup Laba Rp5,1 Triliun, OCBC Tebar Dividen Rp1,03 Triliun

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Bank OCBC NISP Tbk (NISP)...

Kantongi Proyek Listrik Pongbembe, ARKO Rombak Jajaran Komisaris dan Direksi

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Arkora Hydro Tbk (ARKO) mencetak...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru