back to top
Senin, Januari 26, 2026
28.4 C
Jakarta

BTN Bidik Laba Naik 22% di 2026, Siapkan Empat Aksi Korporasi Besar untuk Kejar Target

STOCKWATCH.ID, JAKARTA – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) atau BTN mematok target besar pada tahun 2026. Bank spesialis perumahan ini ingin bertransformasi menjadi mitra utama dalam pemberdayaan finansial keluarga Indonesia.

Direktur Utama BTN, Nixon LP Napitupulu mengungkapkan rencana tersebut dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VI DPR RI. Ini berlangsung pada Senin (26/1/2026).

Nixon menjelaskan BTN tidak lagi sekadar mengurusi Kredit Pemilikan Rumah (KPR). Ke depan, perseroan ingin masuk lebih dalam ke ekosistem kehidupan keluarga.

“2026 merencanakan menjadi mitra utama dalam pemberdayaan keluarga. Jadi bukan cuma KPR-nya, tapi juga transaksi keluarganya, sampah keluarganya, dan sebagainya itu yang kita urus. Jadi kita menjadi mitra utama dalam pemberdayaan finansial keluarga Indonesia,” ujar Nixon.

Dari sisi kinerja keuangan, BTN sangat optimistis menyambut tahun 2026. Perseroan membidik pertumbuhan laba bersih atau net profit growth mencapai 20% hingga 22%.

Optimisme ini muncul seiring tuntasnya pembersihan kredit bermasalah dari masa lalu. Nixon menyebut kondisi keuangan BTN saat ini sudah jauh lebih sehat dan bersih.

Untuk penyaluran kredit atau loan growth, BTN menargetkan pertumbuhan di angka 8% sampai 9%. Target ini menyesuaikan dengan arahan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Selain itu, BTN mencanangkan rasio kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL) berada di bawah 3%. Jika tercapai, ini akan menjadi momen pertama kali bagi BTN memiliki NPL di level serendah itu.

“Kita merencanakan sampai dengan tahun 2026 loan growth-nya mungkin masih 8-9%, tapi ini OJK terus terang minta dinaikkan karena tahun ini kita 12 tahun lalu. Kemudian net profit kita masih berani tulis 20 sampai 22% karena memang masalah-masalah kredit masa lalunya udah selesai, jadi udah bersih. Kemudian cost of fund-nya juga kita turunkan di bawah 3,6%, cost of credit-nya akan naik sedikit menjadi 1 sampai 1,2%, dan NPL pertama kali nanti kita di bawah 3%,” papar Nixon.

Target bisnis utama lainnya mencakup pertumbuhan simpanan atau deposit growth sebesar 7% sampai 8%. Biaya dana atau cost of fund ditekan hingga di bawah 3,6%. Sementara itu, biaya kredit atau cost of credit diperkirakan berada di level 1,0% hingga 1,2%.

Guna memuluskan rencana besar tersebut, BTN menyiapkan empat aksi korporasi strategis sepanjang 2026. Pertama, penguatan permodalan melalui Tier 2 Capital senilai Rp2 triliun pada semester II 2026.

Kedua, penerbitan wholesale funding berupa obligasi atau bonds senilai Rp4 triliun. Aksi ini dijadwalkan terlaksana pada semester I hingga semester II 2026.

Ketiga, BTN berencana mendirikan anak usaha di bidang asuransi umum. Perseroan menyiapkan modal sebesar Rp250 miliar untuk rencana yang dieksekusi pada semester II 2026 ini.

Keempat, pendirian anak usaha perusahaan pembiayaan syariah. BTN mengalokasikan dana sekitar Rp3 triliun hingga Rp5 triliun untuk aksi korporasi di semester II 2026 tersebut.

“Kemudian ada beberapa aksi korporasi yang akan kami lakukan di tahun 2026 ini yaitu penerbitan Tier 2 Capital lagi 2T, nah ini kita harapkan juga dibeli Dana Antara. Kemudian ada bonds 4 triliun atau wholesale funding. Kemudian kita mengusulkan ada penambahan capital 1 di perusahaan asuransi dan pendirian anak usaha perusahaan pembiayaan syariah dan seterusnya. Ini, ini adalah seluruh inisiatif BTN di tahun 2026 ini,” pungkas Nixon.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Dukung Program Makan Bergizi Gratis, Ultrajaya (ULTJ) Investasi Rp1,14 Triliun

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - PT Ultrajaya Milk Industry & Trading...

Laba Bersih Pollux Properties (POLL) Melonjak 34,45% Menjadi Rp18,71 Miliar

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - PT Pollux Properties Indonesia Tbk (POLL)...

Austindo Nusantara Jaya (ANJT) Tarik Pinjaman Rp4,8 Triliun dari BRI, Ini Rinciannya

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (ANJT)...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Populer 7 Hari

Berita Terbaru