STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Daaz Bara Lestarii Tbk (DAAZ) memberikan pinjaman tambahan sebesar Rp10,8 miliar kepada anak usahanya, PT Bara Makmur Dwitama (BMD), pada tanggal 10 Maret 2026.
Dengan tambahan tersebut, pinjaman yang diberikan ke BMD meningkat jadi Rp48,3 miliar, dari semula Rp37,5 miliar. Pinjaman ini digunakan BMD untuk pembelian batubara.
Direksi DAAZ dalam laporan keterbukaan informasi yang disampaikan ke BEI, Rabu 11 Maret 2026 menjelaskan, dana yang dipinjamkan oleh Perseroan kepada anak usaha BMD tersebut berasal dari hasil penerbitan Obligasi Berkelanjutan I DAAZ Tahun 2025. Pinjaman ini sesuai dengan rencana penggunaan dana obligasi.
“BMD dikenakan bunga pinjaman sebesar 8,85% per tahun dengan jangka waktu 370 hari sejak tanggal perjanjian pinjaman,” tulis Direksi DAAZ dalam laporannya.
DAAZ sendiri memiliki kinerja keuangan yang cukup baik. Hingga kuartal III 2025, DAAZ berhasil membukukan pendapatan bersih sebesar Rp9,85 triliun, tumbuh sekitar 39,9%, dari Rp7,04 triliun pada periode yang sama tahun 2024.
Namun, sayang, pertumbuhan pendapatan disertai peningkatan sejumlah beban. Akibatnya, laba bersih Perseroan turun sebesar 38,45% menjadi Rp184,40 miliar pada kuartal III 2025, dibandingkan Rp299,62 miliar pada kuartal III 2024.
Seperti diketahui, DAAZ merupakan perusahaan yang didirikan pada tahun 2009 yang bergerak di bidang perdagangan komoditas, yang berfokus pada mineral. Melalui anak perusahaannya, Perseroan juga telah memperluas bisnis ke layanan pengiriman dan pertambangan untuk menyediakan solusi komprehensif dalam rantai perdagangan industri mineral.
Bisnis utamanya meliputi perdagangan bijih nikel, perdagangan bahan bakar, perdagangan batu bara, pengiriman barang, dan jasa pertambangan. (konrad)
