BUMI Mulai Tawarkan Obligasi Rp721,61 Miliar, Bunga Tertinggi 9,25% per Tahun
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - PT Bumi Resources Tbk (BUMI) mulai melakukan Penawaran Umum Obligasi Berkelanjutan I Tahap II Tahun 2025 senilai Rp721,61 miliar pada hari ini, Jumat 19 September 2025 . Obli...
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - PT Bumi Resources Tbk (BUMI) mulai melakukan Penawaran Umum Obligasi Berkelanjutan I Tahap II Tahun 2025 senilai Rp721,61 miliar pada hari ini, Jumat 19 September 2025 . Obligasi tersebut merupakan bagian dari Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi I BUMI dengan target dana sebesar Rp5 triliun.
Direksi BUMI dalam prospektus tambahan rencana penawaran umum obligasi yang disampaikan ke BEI, Jumat 19 September 2025 menjelaskan, obligasi tersebut terdiri atas seri A dengan jumlah pokok sebesar Rp149,33 miliar berbunga tetap 8% per tahun dan tenor tiga tahun, serta seri B senilai Rp572,28 miliar berjangka waktu lima tahun dengan bunga tetap 9,25% per tahun
Bunga obligasi BUMI akan dibayarkan setiap tiga bulan, dimana pembayaran bunga pertama akan dilakukan pada tanggal 24 Desember 2025, sedangkan pembayaran bunga terakhir sekaligus jatuh tempo obligasi adalah tanggal 24 September 2028ย untuk obligasi seri A, dan 24 Septemberย 2030 untuk seri B.
- JakOne Mobile Berjaya, Bank Jakarta Sabet Penghargaan Digital Excellence Awards...
- Penjualan ICBP Capai Rp41,86 Triliun, Kenapa Laba Bersih Justru Susut 33% di Sem...
- Penjualan Indofood Tembus Rp65,53 Triliun, Tapi Laba Bersih Turun Gara-Gara Ini
- Telkom Cetak Laba Rp14,21 Triliun di Semester I 2026, Pendapatan Tembus Rp75,88...
- SIMP Kantongi Laba Rp874 Miliar di Semester I 2026, Penjualan CPO Melonjak 15%
- Simak Top 5 Net Foreign Buy Sepekan: BBCA Jadi Incaran Investor Asing, TPIA Pimp...
- Kinerja IHSG Juli 2026 Menguat Tajam 10,51%, Investor Nikmati Reli Bursa
- IHSG Ditutup Naik 49,762 Poin ke 6.236,126, Mayoritas Saham dan Bursa Asia Mengh...
- JakOne Mobile Berjaya, Bank Jakarta Sabet Penghargaan Digital Excellence Awards...
- Penjualan ICBP Capai Rp41,86 Triliun, Kenapa Laba Bersih Justru Susut 33% di Sem...