Bursa Asia Bervariasi, KOSPI Anjlok 6,37% ke Zona Bear Market Akibat Capital Outflow
STOCKWATCH.ID (HONG KONG) – Bursa saham di kawasan Asia-Pasifik bergerak bervariasi pada penutupan perdagangan Kamis (16/7/2026). Indeks KOSPI Korea Selatan memimpin kejatuhan dengan anjlok lebih dar...
STOCKWATCH.ID (HONG KONG) – Bursa saham di kawasan Asia-Pasifik bergerak bervariasi pada penutupan perdagangan Kamis (16/7/2026). Indeks KOSPI Korea Selatan memimpin kejatuhan dengan anjlok lebih dari 6%. Sentimen negatif ini dipicu langkah Bank of Korea menaikkan suku bunga.
Mengutip Investing, indeks KOSPI ditutup merosot 463,81 poin atau 6,37% ke level 6,820.60. Penurunan tajam ini membuat pasar saham Korea Selatan masuk ke area bear market. Otoritas bursa bahkan sempat mengaktifkan fitur sidecar atau penghentian sementara perdagangan untuk meredam volatilitas.
Bank of Korea menaikkan suku bunga untuk pertama kalinya sejak Januari 2023. Kebijakan ini memicu aksi jual besar-besaran, terutama pada saham sektor teknologi dan kecerdasan buatan (AI). Sepanjang tahun ini, KOSPI telah mencatatkan fluktuasi lebih dari 5% dalam 27 sesi perdagangan.
Laporan ANZ Research menyebutkan Korea Selatan mencatatkan rekor arus modal keluar asing sebesar 30,5 miliar USD pada Juni. Angka ini menjadi penarikan dana terbesar di seluruh negara berkembang Asia. Secara regional, pasar ekuitas di luar China mencatatkan aliran keluar 53,3 miliar USD selama sebulan terakhir.
Khoon Goh, Head of Asia Research at ANZ, menilai aksi jual ini mencerminkan kekhawatiran investor terhadap penilaian harga saham. "Sebagian dari penjualan tersebut kemungkinan mencerminkan kekhawatiran valuasi setelah kenaikan kuat pasar ekuitas tahun ini dan penyeimbangan kembali terkait indeks untuk mencegah eksposur berlebihan ke pasar ekuitas Korea," ujar Khoon.
- Saham Teknologi Pimpin Kenaikan Bursa Asia, Indeks Kospi dan Nikkei Menghijau
- Prabowo Targetkan Bangun 100 GW PLTS, Hemat Biaya Listrik Rp73,9 Triliun per Tah...
- Tingkatkan Kualitas SDM, BNI Perkuat Tata Kelola Lewat LSP dan Sertifikasi ISO
- Direktur WINS Sugiman Layanto Borong 5,99 Juta Saham, Ini Tujuannya
- Sinergi dengan Danantara, Telkom Bidik Pertumbuhan Bisnis Enterprise hingga 30%
- Saham Teknologi Pimpin Kenaikan Bursa Asia, Indeks Kospi dan Nikkei Menghijau
- Prabowo Tegaskan 4 Pedoman Utama Pemerintahannya dalam Memimpin Indonesia
- Wall Street Menguat, S&P 500 Cetak Rekor Tertinggi Sepanjang Masa
- Prabowo Targetkan Bangun 100 GW PLTS, Hemat Biaya Listrik Rp73,9 Triliun per Tah...
- Tingkatkan Kualitas SDM, BNI Perkuat Tata Kelola Lewat LSP dan Sertifikasi ISO