STOCKWATCH.ID (TOKYO) – Bursa saham Asia-Pasifik ditutup menguat pada perdagangan Rabu (12/11/2025) waktu setempat. Sentimen positif datang dari harapan berakhirnya kebuntuan politik di Amerika Serikat, meski sektor teknologi masih tertekan.
Mengutip CNBC International, indeks Nikkei 225 di Jepang naik 0,43% dan berakhir di 51.063,31. Indeks Topix juga menguat 1,14% ke level 3.359,33. Di Korea Selatan, indeks Kospi menguat 1,07% ke 4.150,39, sementara Kosdaq melonjak 2,52% ke 906,51.
Di Australia, indeks S&P/ASX 200 melemah tipis 0,22% ke 8.799,5. Sementara itu, indeks Hang Seng di Hong Kong naik 0,85% ke 26.922,73. Indeks CSI 300 di China daratan turun tipis 0,13% ke 4.645,91.
Dari India, indeks Nifty 50 naik 0,83% setelah saham Billionbrains Garage Ventures, induk perusahaan broker daring Groww, melesat 20% pada debut perdananya di bursa. Perusahaan ini meraup dana sekitar 66,3 miliar rupee atau setara US$748 juta dalam penawaran umum perdana (IPO).
Sementara itu, bursa Taiwan juga bergerak positif. Indeks Taiex naik 0,58% ke 27.947,09 setelah produsen elektronik global Foxconn melaporkan laba kuartal III naik 17% dibanding tahun lalu. Kenaikan ini ditopang oleh bisnis server berbasis kecerdasan buatan (AI) yang tumbuh pesat.
Meski sebagian besar pasar Asia menguat, saham SoftBank Group anjlok tajam hingga 10% setelah perusahaan Jepang itu mengumumkan penjualan seluruh sahamnya di Nvidia senilai US$5,83 miliar.
SoftBank mengatakan langkah ini dilakukan untuk memanfaatkan keuntungannya dari investasi besar-besaran di OpenAI, pengembang ChatGPT. Pada akhir perdagangan, saham SoftBank ditutup melemah 3,46% ke 21.910 yen.
Dalam laporan keuangannya, SoftBank mengungkapkan telah menjual 32,1 juta saham Nvidia pada Oktober dan juga memangkas kepemilikan saham di T-Mobile, sehingga mengantongi dana segar sebesar US$9,17 miliar.
