STOCKWATCH.ID (TOKYO) – Bursa saham Asia-Pasifik melemah pada perdagangan Jumat (21/11/2025) waktu setempat.
Mengutip CNBC International, indeks Nikkei 225 Jepang merosot 2,4% ke 48.625,88. Indeks Topix bergerak mendatar. Tekanan terbesar datang dari saham teknologi. SoftBank jatuh lebih dari 10%. Advantest turun 12,1%. Tokyo Electron melemah lebih dari 7%. Lasertec merosot lebih dari 5%. Renesas Electronics turun 2,65%.
Inflasi inti Jepang pada Oktober naik pada laju tertinggi sejak Juli. Angka ini sesuai ekspektasi pasar dan memperkuat peluang kenaikan suku bunga Bank of Japan.
Di Korea Selatan, Kospi anjlok 3,79% ke 3.853,26. Kosdaq melemah 3,14% ke 863,95. Samsung Electronics turun 5,77%. SK Hynix jatuh 8,76%.
Di Australia, indeks S&P/ASX 200 melemah 1,59% ke 8.416,5.
Indeks Hang Seng Hong Kong turun 2,38% ke 25.220,02. Indeks Hang Seng Tech jatuh 3,21% ke 5.395,49. Baidu turun 5,79%. Tencent melemah 1,77%.
Saham otomotif ikut tertekan. BYD turun 2,57%. Nio merosot lebih dari 4%. Li Auto melemah lebih dari 2%.
Di China daratan, CSI 300 melanjutkan penurunan dan ditutup turun 2,44% ke 4.453,6.
Pasar India juga bergerak melemah. Nifty 50 turun 0,34%. BSE Sensex melemah 0,29%.
Aset kripto tidak luput dari tekanan. Bitcoin turun ke US$83.829,94, posisi terendah dalam tujuh bulan. Ether sempat menyentuh level terendah sejak Juli sebelum memangkas sebagian penurunan dan terakhir bergerak turun 4,09% ke US$2.719,56.
