STOCKWATCH.ID (LONDON) – Bursa saham Eropa ditutup bervariasi pada perdagangan Selasa (13/1/2026) waktu setempat. Para investor masih memantau perkembangan geopolitik di Iran. Selain itu, pasar mencermati dimulainya penyelidikan kriminal terhadap Ketua Federal Reserve (The Fed) Jerome Powell.
Mengutip CNBC International, indeks Stoxx Europe 600 yang berisi saham-saham utama di Eropa berakhir melemah hampir 0,2% di level 610,44. Bursa utama di kawasan ini mencatat pergerakan beragam. Indeks DAX Jerman naik tipis 0,06% ke posisi 25.420,66. Indeks IBEX 35 Spanyol juga menguat 0,08% ke level 17.687,10.
Sebaliknya, indeks CAC 40 Prancis terkoreksi 0,14% ke level 8.347,20. Indeks FTSE MIB Italia merosot 0,45% ke posisi 45.525,10. Indeks FTSE 100 Inggris berakhir melemah tipis 0,03% di level 10.137,35.
Saham pengembang angin lepas pantai asal Denmark, Orsted, melonjak 5,4%. Kenaikan ini terjadi setelah hakim Amerika Serikat (AS) memberikan izin kelanjutan proyek senilai USD 5 miliar. Proyek tersebut sempat ditangguhkan oleh pemerintahan Trump pada Desember lalu.
Saham bank Swiss, UBS, berakhir menguat 0,1%. Financial Times melaporkan CEO Sergio Ermotti akan mengundurkan diri pada April 2027. Juru bicara bank menolak memberikan komentar terkait kabar tersebut.
Pasar terus menyoroti kabar penyelidikan otoritas terhadap Ketua The Fed Jerome Powell. Kasus ini berkaitan dengan renovasi kantor pusat bank sentral senilai USD 2,5 miliar. Penyelidikan juga mencakup kesaksian Powell di depan kongres mengenai perombakan gedung tersebut.
Jerome Powell menegaskan sikapnya terhadap situasi ini. “Penyelidikan tersebut merupakan upaya lain dari Presiden Donald Trump untuk memengaruhi kebijakan moneter bank sentral dan saya tidak akan tunduk pada tekanan tersebut,” ujarnya pada hari Minggu.
Masa jabatan Powell sebagai ketua akan berakhir pada Mei mendatang. Presiden Trump kembali menyerang Powell pada hari Selasa. Ia menyebut Powell tidak kompeten atau bengkok.
Perkembangan di Iran turut memicu kekhawatiran para pengamat pasar. Otoritas Iran dilaporkan melakukan tindakan kekerasan terhadap gelombang protes besar-besaran. Trump disebut sedang mempertimbangkan opsi tindakan terhadap Iran.
Trump mengancam negara mana pun yang berbisnis dengan Iran. Mereka akan menghadapi tarif 25% untuk seluruh aktivitas bisnis dengan Amerika Serikat.
Pelaku pasar kini menantikan rilis laporan indeks harga konsumen (CPI) Amerika Serikat. Data ini diharapkan memberikan gambaran inflasi lebih utuh. Para ekonom memperkirakan inflasi naik 2,7% secara tahunan pada Desember.
