Sabtu, November 29, 2025
31.1 C
Jakarta

Bursa Eropa Kompak Menguat! Saham Farmasi jadi Bintang Usai Pergantian Petinggi dan Isu IPO 

STOCKWATCH.ID (LONDON) – Bursa saham Eropa ditutup menguat pada perdagangan Rabu (1/10/2025) waktu setempat.

Mengutip CNBC International, indeks Stoxx Europe 600 yang mencakup saham-saham utama di kawasan Eropa, naik 1,2% dengan hampir seluruh sektor dan bursa utama bergerak di zona hijau.

Kenaikan ini memperpanjang tren positif setelah sepanjang kuartal III indeks pan-Eropa tersebut sudah menanjak 3,1%. Saham Spanyol, perbankan, dan raksasa chip ASML menjadi pemenang besar di kuartal lalu.

Sektor farmasi memimpin penguatan. AstraZeneca melonjak 11,2% di tengah spekulasi perusahaan akan memindahkan pencatatan sahamnya dari London ke New York. Roche Holdings naik 8,6%, Zealand Pharma menguat 7,4%, sementara Novo Nordisk bertambah 6,4%.

Lonjakan harga saham terjadi setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan rencana menekan harga obat di negaranya. Merck juga mencuri perhatian. Sahamnya melesat lebih dari 10% usai kabar pergantian pucuk pimpinan. Wakil CEO Kai Beckmann akan menggantikan Belén Garijo yang mundur pada April 2026.

Pergerakan positif juga datang dari Arcadis. Saham perusahaan teknik itu melonjak 9,4% setelah mengumumkan program pembelian kembali saham senilai 175 juta euro atau setara US$205 juta. Arcadis juga resmi mengangkat Simon Crowe sebagai CFO, meski sejak September 2025 ia sudah berstatus calon CFO.

Sementara itu, saham pertahanan justru tertekan. Renk turun sekitar 4,2% dan Hensoldt merosot 3%. Penurunan terjadi meski para pemimpin regional Eropa berkumpul di Kopenhagen membahas keamanan kawasan menyusul pelanggaran wilayah udara di beberapa negara.

“Kami melihat dengan jelas Rusia telah menjadi ancaman permanen bagi keamanan Eropa,” kata Perdana Menteri Luksemburg, Luc Frieden. Ia menegaskan provokasi ini harus dipandang serius meski menekankan Eropa tidak dalam keadaan perang dengan Rusia.

Dari Spanyol, kabar besar datang dari sektor perbankan. Bank Sabadell mendapat dukungan dari pemegang saham besar, David Martinez, untuk menerima tawaran akuisisi bermusuhan dari BBVA. Penawaran terbaru itu menilai Sabadell sebesar 16,97 miliar euro atau setara US$19,78 miliar.

Data ekonomi terbaru juga ikut memengaruhi pasar. Inflasi zona euro tercatat naik 2,2% pada September, sesuai dengan perkiraan, setelah bulan sebelumnya naik 2%. Layanan menjadi sektor dengan laju tahunan tertinggi, yakni 3,2%, diikuti makanan, alkohol, dan tembakau sebesar 3%.

Di Rusia, aktivitas manufaktur kembali melemah. S&P Global melaporkan PMI manufaktur turun ke 48,2 pada September, kontraksi terburuk dalam tiga tahun terakhir.

Di Inggris, harga rumah yang dilaporkan Nationwide naik 2,2% pada September 2025 dibandingkan tahun sebelumnya, melampaui ekspektasi pasar 1,8% dan lebih tinggi dari pertumbuhan 2,1% pada Agustus.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Wall Street Libur Thanksgiving, Investor Siap “Gaspol” Besok Pagi

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Bursa saham Wall Street tutup...

Isu Akuisisi Bikin Saham Puma Terbang 18%, Bursa Eropa Selamat dari Zona Merah

STOCKWATCH.ID (LONDON) – Bursa saham Eropa ditutup menguat pada...

Full Senyum! Bursa Asia Kompak Menghijau, Investor India Panen Besar

STOCKWATCH.ID (TOKYO) – Mayoritas bursa saham Asia-Pasifik berakhir menguat...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Populer 7 Hari

Berita Terbaru