STOCKWATCH.ID (LONDON) – Bursa saham Eropa ditutup menguat pada perdagangan Jumat (2/1/2026) waktu setempat. Sektor teknologi memimpin penguatan di seluruh kawasan benua biru. Sorotan utama tertuju pada pasar saham Inggris yang mencatatkan sejarah baru.
Mengutip CNBC International, indeks FTSE 100 di Inggris sempat melampaui angka simbolis 10.000 poin untuk pertama kalinya pada hari Jumat. Momen bersejarah ini terjadi sekitar pukul 08.30 waktu London. Capaian ini melanjutkan tren positif setelah kinerja gemilang sepanjang tahun 2025.
Meskipun sempat menembus level psikologis tersebut, penguatan indeks sedikit terpangkas menjelang penutupan. FTSE 100 akhirnya mengakhiri perdagangan hari pertama tahun ini dengan kenaikan 0,20%. Indeks yang berisi perusahaan-perusahaan blue-chip paling berharga di Inggris ini parkir di level 9.951,14.
Toni Meadows, kepala investasi di BRI Wealth Management, memberikan pandangannya terkait pencapaian level baru tersebut. Ia mengingatkan investor untuk tetap waspada meski ada euforia.
“Melewati angka bulat yang besar pada indeks secara psikologis penting, tetapi fondasi pergerakannya harus kuat agar level baru tersebut menjadi lantai dasar, bukan sekadar atap bagi indeks,” ujar Meadows.
Sentimen positif juga dirasakan di pasar Eropa secara luas. Indeks Stoxx Europe 600 yang berisi saham-saham utama di Eropa ditutup menguat 0,67% ke level 596,14. Mayoritas sektor dan bursa utama berakhir di zona hijau. Investor tampak antusias kembali ke pasar usai libur Tahun Baru.
Di Jerman, indeks DAX tercatat naik 0,20% menjadi 24.539,34. Indeks CAC 40 Perancis menguat 0,56% ke posisi 8.195,21. Kenaikan signifikan juga terjadi pada indeks IBEX 35 Spanyol yang melonjak 1,07% ke 17.492,40. Sementara itu, FTSE MIB Italia memimpin penguatan bursa utama dengan kenaikan 0,96% ke level 45.374,03.
Sektor teknologi menjadi pendorong utama kenaikan indeks. Saham produsen peralatan semikonduktor asal Belanda, Be Semiconductor, melonjak 11,5%. Saham ASMI juga tercatat naik sekitar 7%.
Kenaikan sektor chip ini dipicu oleh kabar positif dari Amerika Serikat. Pemerintah AS memberikan lisensi tahunan kepada Taiwan Semiconductor Manufacturing Company (TSMC). Izin ini memungkinkan TSMC mengimpor peralatan manufaktur chip AS ke pabriknya di Nanjing, China.
Sentimen ini turut mengerek saham ASML. Perusahaan teknologi paling bernilai di Eropa ini menutup sesi perdagangan dengan kenaikan sekitar 7%.
Selain teknologi, sektor energi dan pertahanan juga mencatatkan kinerja apik. Saham grup energi Denmark, Orsted, naik 4,6%. Kenaikan terjadi setelah perusahaan menentang penangguhan sewa proyek offshore wind Revolution Wind oleh pemerintah AS. Orsted menyatakan akan menempuh jalur hukum.
Saham-saham pertahanan dan pertambangan juga masuk dalam jajaran top performers. Leonardo, Thyssenkrupp, Kongsberg Group, Saab, dan Rolls-Royce kompak ditutup menguat lebih dari 4%.
