STOCKWATCH.ID (LONDON) – Bursa saham Eropa ditutup menguat pada akhir perdagangan Kamis (18/9/2025) waktu setempat. Investor mencermati arah kebijakan moneter terbaru dari Bank of England dan Federal Reserve.
Mengutip CNBC International, indeks Stoxx Europe 600 yang mencakup saham-saham utama di kawasan Eropa, naik 0,8%. Hampir semua sektor dan bursa utama di kawasan tersebut berakhir di zona hijau.
Bank of England memutuskan menahan suku bunga acuan di level 4%. Keputusan ini sudah diperkirakan banyak ekonom. Poundsterling sempat melemah sekitar 0,6% terhadap dolar AS setelah pengumuman tersebut. Di sisi lain, imbal hasil obligasi pemerintah Inggris tenor 10 tahun naik 4 basis poin.
Pasar global juga terus mencerna langkah The Fed yang sehari sebelumnya memangkas suku bunga pinjaman acuan sebesar 25 basis poin. Ketua The Fed Jerome Powell menyebut pemangkasan bunga itu sebagai bentuk “manajemen risiko” dan menepis harapan investor akan adanya tren pemotongan bunga panjang tahun ini.
Saham farmasi menjadi penopang penguatan indeks. Novo Nordisk melonjak 6,2% setelah mengumumkan uji coba terbaru menunjukkan pil anti-obesitas Wegovy mampu memberikan penurunan berat badan yang “signifikan” pada peserta.
Saham Zealand Pharma juga melesat 8% dan mendekati puncak indeks. Reli ini terjadi usai Deutsche Bank menaikkan target harga saham perusahaan sebesar 7,5%.
“Kami baru terlambat memperbarui setelah hasil kuartal II Zealand Pharma pada pertengahan Agustus,” tulis analis Deutsche Bank Emmanuel Papadakis dalam catatan yang dirilis Rabu. “Meskipun valuasi masih sangat rendah dalam konteks kesepakatan dengan Roche, kami tetap berhati-hati apakah itu memberi peluang mengingat rencana pengembangan perusahaan, jadwal, serta dinamika amylin yang sebagian besar sesuai dengan perkiraan kami.”
Kenaikan saham sektor kesehatan ini ikut menopang sentimen positif di bursa Eropa. Investor kini menunggu kejelasan arah kebijakan moneter ke depan, baik dari Bank of England maupun Federal Reserve.
