STOCKWATCH.ID (LONDON) – Bursa saham Eropa ditutup menguat pada akhir perdagangan Senin (30/3/2026) waktu setempat. Pergerakan positif ini terjadi saat investor menghadapi eskalasi perang Iran dan penurunan sentimen ekonomi.
Mengutip CNBC International, indeks Stoxx Europe 600 yang berisi saham-saham utama di Eropa berakhir naik 0,94% ke posisi 580,73. Sebagian besar sektor berada di zona hijau, kecuali teknologi dan perjalanan. Indeks CAC 40 Perancis menguat 0,92% ke level 7.772,45. FTSE MIB Italia bertambah 1,02% ke posisi 43.823,24.
Indeks FTSE 100 Inggris melonjak 1,61% ke level 10.127,96 didorong saham tambang dan energi. DAX Jerman tumbuh 1,18% ke posisi 22.562,88. Sementara itu, IBEX 35 Spanyol meningkat 0,99% ke level 16.969,20.
Pasar ekuitas Eropa tetap melaju meski data menunjukkan penurunan kepercayaan ekonomi akibat konflik Iran. Komisi Eropa melaporkan indikator sentimen ekonomi dan ekspektasi lapangan kerja turun pada Maret. Perkiraan cepat DG ECFIN menunjukkan keyakinan konsumen jatuh di Uni Eropa dan zona euro.
Di sisi korporasi, saham Orsted melambung 7%. Bank of America (BofA) menaikkan target harga untuk saham perusahaan energi terbarukan tersebut. BofA mengubah peringkat Orsted menjadi “beli” dari sebelumnya “netral”.
Pihak BofA memberikan alasan di balik peningkatan peringkat saham tersebut. Mereka melihat prospek investasi perusahaan kini jauh lebih menarik bagi para pelaku pasar. “Keseimbangan risiko dan imbalan yang dihadapi saham tersebut telah berubah menjadi sangat positif,” tulis analis BofA dalam laporannya yang dikutip dari CNBC International.
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memberikan pernyataan terbaru terkait konflik di Timur Tengah. Kepada Financial Times, Trump menyebut ia bisa mengambil minyak di Iran. Ia juga berencana menyita Pulau Kharg yang menjadi pusat ekspor Iran.
Ketegangan makin memanas setelah gerakan Houthi di Yaman menembakkan rudal ke Israel pada Sabtu lalu. Ini menjadi keterlibatan langsung pertama mereka dalam perang pimpinan AS dan Israel melawan Iran. Juru bicara Houthi, Yahya Saree, memberikan penjelasan melalui akun media sosial X miliknya.
“Kelompok tersebut meluncurkan rentetan rudal balistik ke lokasi yang digambarkan sebagai situs militer sensitif Israel, untuk mendukung Iran dan pasukan sekutu Hizbullah di Lebanon,” ujar Saree.
Serangan ini menandai eskalasi lebih lanjut dari konflik yang dimulai sejak 28 Februari lalu. Harga minyak juga merangkak naik pada awal perdagangan di Asia. Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) naik 2,58% menjadi USD 102,19 per barel.
Para menteri keuangan, menteri energi, dan gubernur bank sentral G7 dijadwalkan menggelar pertemuan darurat pada Senin. Pertemuan virtual ini menjadi kali keempat G7 berkumpul di tingkat menteri sejak perang Iran pecah. Para petinggi ekonomi dunia tersebut akan membahas dampak konflik terhadap stabilitas global.
