STOCKWATCH.ID (SEOUL) — Bursa saham di kawasan Asia-Pasifik kompak menguat pada penutupan perdagangan Kamis (19/2/2026). Indeks Kospi Korea Selatan memimpin penguatan dengan mencetak rekor tertinggi baru.
Mengutip CNBC International, indeks Kospi melonjak lebih dari 3% ke level 5.677,25. Saham-saham kelas berat seperti Samsung Electronics naik 4,86%. Saham SK Hynix juga menguat 1,59%. Di sisi lain, nilai tukar won Korea melemah sekitar 0,2% ke posisi 1.446,3 per USD.
Goldman Sachs menilai Korea kembali menjadi pasar terdepan di Asia Pasifik. Pihaknya melihat masih terlalu dini bagi investor untuk mengurangi posisi meski kinerja pasar sangat kuat.
“Setelah hampir berlipat ganda pada tahun 2025, Korea kembali menjadi pasar utama di Asia Pasifik,” tulis Goldman Sachs dalam catatannya. Lembaga ini menambahkan, “Meskipun banyak investor bertanya apakah mereka harus mengurangi posisi setelah kinerja yang begitu kuat, kami pikir ini masih terlalu dini.”
Bank investasi ini memproyeksikan pertumbuhan laba pasar ekuitas Korea mencapai 120% pada 2026. Angka ini melonjak signifikan setelah kenaikan 36% pada 2025.
Indeks Kosdaq yang mencakup saham kapitalisasi kecil melonjak hampir 5% ke level 1.160,71. Kenaikan pasar terjadi di tengah kabar hukum mantan Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol. Ia dijatuhi hukuman penjara seumur hidup setelah pengadilan menyatakan dirinya bersalah memimpin pemberontakan. Hal ini terkait upaya deklarasi darurat militer yang gagal pada Desember 2024.
Bursa Australia turut menghijau. Indeks S&P/ASX 200 ditutup naik 0,88% ke level 9.086,2. Hasil ini menunjukkan optimisme investor di pasar saham Australia.
Bursa Jepang juga mencatatkan kinerja positif. Indeks Nikkei 225 naik 0,57% dan berakhir di posisi 57.467,83. Indeks Topix yang lebih luas juga naik 1,18% menjadi 3.852,09.
Sementara itu, pasar saham Hong Kong dan China daratan tetap tutup. Penutupan ini dilakukan dalam rangka libur panjang Tahun Baru Imlek.
