STOCKWATCH.ID (TOKYO) – Bursa saham di kawasan Asia-Pasifik bergerak menguat pada penutupan perdagangan Rabu (18/2/2026). Investor tetap optimistis meski pasar global masih dibayangi kekhawatiran seputar sektor kecerdasan buatan (AI).
Mengutip CNBC International, indeks Nikkei 225 Jepang ditutup naik 0,93% ke level 57.090,14. Hasil ini sekaligus mengakhiri tren penurunan yang terjadi selama tiga hari berturut-turut. Bursa Australia melalui indeks S&P/ASX 200 juga ikut menguat 0,5%.
Beberapa pasar utama di kawasan ini terpantau tidak beroperasi. Bursa China daratan, Hong Kong, Singapura, Taiwan, dan Korea Selatan tutup karena hari libur Tahun Baru Imlek.
Analis NAB memberikan pandangan terkait kondisi pasar saat ini. “Ketidakpastian AI tetap menjadi sumber volatilitas, baik dalam hal kesulitan menilai perusahaan mana yang akan menang dan kalah maupun dampak AI terhadap sektor ekonomi lainnya,” ujarnya.
Dari pasar valuta asing, dolar Selandia Baru merosot 0,6% ke level USD 0,6014. Penurunan terjadi setelah bank sentral setempat menyatakan kebijakan moneter perlu tetap akomodatif. Sementara itu, Yen Jepang menguat 0,1% menjadi 153,12 per dolar AS.
Kabar lain datang dari Negeri Sakura terkait beban utang negara. Jepang diperkirakan perlu menerbitkan obligasi hingga 38 triliun yen atau setara USD 248,3 miliar pada tahun fiskal 2029. Langkah ini diambil untuk menutup defisit anggaran akibat pengeluaran yang melampaui pendapatan pajak.
