back to top

Bursa Saham Eropa Cetak Rekor, Isu Greenland dan Sektor Tambang Jadi Sorotan

STOCKWATCH.ID (LONDON) – Bursa saham Eropa kompak menguat pada penutupan perdagangan Rabu (15/1/2026) waktu setempat. Indeks pan-Eropa Stoxx 600 berhasil mencetak rekor tertinggi baru setelah naik hampir 0,2%. Para investor saat ini sedang memantau pertemuan penting antara pejabat Amerika Serikat (AS), Greenland, dan Denmark terkait masa depan pulau Arktik tersebut.

Mengutip CNBC International, di Inggris, indeks FTSE 100 naik 0,46% ke level 10.184,35. Indeks FTSE MIB Italia menguat 0,27% dan indeks IBEX 35 Spanyol naik tipis 0,05%. Namun, tidak semua bursa berakhir manis. Indeks DAX Jerman merosot 0,53%, sementara indeks CAC 40 Prancis turun 0,19%.

Perhatian utama pasar tertuju pada pertemuan Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, dengan perwakilan Greenland dan Denmark. Pertemuan ini membahas keinginan Presiden Donald Trump untuk mengambil alih wilayah otonom milik Denmark tersebut. Selama ini, pihak Denmark dan Greenland sudah berulang kali menegaskan posisi mereka. “Pulau Arktik tersebut tidak untuk dijual,” tegas mereka.

Trump bahkan sempat menyinggung kemungkinan penggunaan kekuatan militer untuk menguasai pulau yang kaya mineral itu. Ketegangan politik ini turut memengaruhi suasana pasar. Meski begitu, sektor pertambangan justru tampil luar biasa. Indeks Stoxx Basic Resources melonjak 1,5% karena kenaikan harga emas, perak, dan tembaga.

Saham Glencore melesat hampir 3% hingga mencapai level tertinggi baru dalam setahun terakhir. Perusahaan membenarkan adanya pembicaraan merger dengan Rio Tinto. Rencana penggabungan ini berpotensi menciptakan perusahaan pertambangan terbesar di dunia. Sementara itu, saham produsen perak Fresnillo sempat menyentuh rekor saat harga perak menembus USD 90 per ons, meski akhirnya ditutup turun sedikit 0,4%.

Di sektor energi, raksasa minyak BP memberikan peringatan terkait keuangan mereka. Perusahaan memperkirakan adanya beban penurunan nilai aset antara USD 4 miliar hingga USD 5 miliar pada kuartal keempat 2025. Biaya ini berkaitan dengan unit gas dan energi rendah karbon milik mereka. Walau ada kabar kurang sedap, saham BP di bursa London tetap naik hampir 1,2%.

Kondisi berbeda dialami sektor pertahanan yang sahamnya turun 1,5%. Penurunan ini terjadi di tengah ketegangan di Greenland dan aksi protes besar di Iran. Pasar juga sedang mencermati dampak penggulingan Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, oleh Washington pada pekan lalu.

Di sisi lain, pembuat amunisi Eropa, Czechoslovak Group, berencana melantai di bursa Amsterdam. Nilai perusahaan ini diperkirakan mencapai 30 miliar euro atau sekitar USD 34,94 miliar. Mereka berharap bisa untung dari meningkatnya belanja pertahanan di wilayah tersebut.

Terakhir, dari pasar surat utang, imbal hasil (yield) obligasi pemerintah Inggris bertenor 10 tahun turun ke level 4,343%. Angka ini merupakan yang terendah sejak Desember 2024. Hal ini menunjukkan biaya pinjaman jangka panjang di Inggris mulai menurun.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Dibayangi Konflik Iran dan Gejolak Harga Minyak, Wall Street Berakhir Lesu

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Bursa saham Amerika Serikat atau...

Bursa Saham Eropa Menghijau Berjamaah

STOCKWATCH.ID (LONDON) – Bursa saham Eropa ditutup menguat pada...

Bursa Saham Asia-Pasifik Kompak Rebound

STOCKWATCH.ID (TOKYO) - Bursa saham di kawasan Asia-Pasifik kompak...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru