STOCKWATCH.ID (LONDON) – Bursa saham Eropa ditutup menguat pada akhir perdagangan Selasa (17/2/2026) waktu setempat. Pergerakan ini terjadi di tengah rilis data ketenagakerjaan Inggris yang mengecewakan. Meski pengangguran meningkat, indeks saham utama di kawasan tersebut kompak berakhir di zona hijau.
Mengutip CNBC International, indeks Stoxx Europe 600 yang berisi saham-saham utama di Eropa berakhir naik 0,45% ke posisi 621,29. Mayoritas bursa regional dan sebagian besar sektor mencatatkan penguatan. Indeks CAC 40 Prancis naik 0,54% ke level 8.361,46. FTSE MIB Italia melonjak 0,76% ke posisi 45.764,07.
Indeks FTSE 100 Inggris menguat 0,79% ke level 10.556,17. DAX Jerman tumbuh 0,80% ke posisi 24.998,40. Sementara itu, IBEX 35 Spanyol meningkat 0,60% ke level 17.955,40.
Pasar menyoroti rilis data pengangguran Inggris yang melonjak ke level tertinggi dalam lima tahun terakhir. Tingkat pengangguran naik menjadi 5.2% pada Desember 2025. Angka ini meningkat dari posisi 5,1% pada bulan sebelumnya.
Kondisi tersebut menekan nilai tukar mata uang Sterling terhadap USD sebesar 0,6% ke level 1,353 USD. Samuel Fuller, Direktur Financial Markets Online, memberikan komentarnya terkait situasi ini. Menurutnya, kondisi pasar tenaga kerja Inggris saat ini sedang berada dalam tekanan besar.
“Pengangguran Inggris sekarang berada pada ‘tingkat tertinggi’ sejak Januari 2021,” ujar Fuller dalam keterangannya.
Data menunjukkan jumlah pekerja yang terdaftar dalam penggajian turun 0,4% secara tahunan menjadi 30,3 juta orang pada Januari 2026. Hal ini memicu spekulasi pemangkasan suku bunga oleh Bank of England (BoE). Pelaku pasar kini memprediksi adanya peluang sebesar 75% untuk penurunan suku bunga pada bulan depan.
“Dengan ekonomi Inggris yang hampir mendatar dan pasar tenaga kerja yang melemah, inflasi yang menurun akan menjadi kepingan terakhir dari teka-teki yang dibutuhkan komite penetapan suku bunga Bank untuk menarik tuas stimulus moneter,” tambah Fuller.
Di sisi lain, inflasi Jerman tercatat sebesar 2,1% pada Januari 2026. Angka ini naik dari posisi 1,8% pada bulan sebelumnya. Ruth Brand, Presiden Kantor Statistik Federal Jerman, mengonfirmasi tren kenaikan harga tersebut.
“Kenaikan harga konsumen secara keseluruhan meningkat pada awal tahun,” tegas Brand dalam rilis resminya.
Dari sektor korporasi, saham raksasa pertambangan BHP ditutup naik 1,5%. Perusahaan mengumumkan kesepakatan perak rekor dengan Wheaton Precious Metals. BHP akan menerima pembayaran di muka sebesar 4,3 miliar USD setelah kesepakatan selesai.
