Cadangan Devisa November 2024 Tercatat US$150,2 Miliar

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir November 2024 tercatat sebesar US$150,2 miliar, turun 0,66% dibandingkan posisi pada akhir Oktober 2024 sebesar US$151,2 miliar.

 

Menurut Ramdan Denny Prakoso, Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, posisi cadangan devisa tersebut tetap tinggi setara dengan pembiayaan 6,5 bulan impor atau 6,3 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.

Perkembangan cadangan devisa antara lain dipengaruhi oleh pembayaran utang luar negeri pemerintah. Bank Indonesia menilai cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan.

Ke depan, BI memandang cadangan devisa memadai untuk mendukung ketahanan sektor eksternal. Prospek ekspor yang tetap positif serta neraca transaksi modal dan finansial yang diprakirakan tetap mencatatkan surplus, sejalan persepsi positif investor terhadap prospek perekonomian nasional dan imbal hasil investasi yang menarik, mendukung tetap terjaganya ketahanan eksternal.

BI juga terus memperkuat sinergi dengan Pemerintah dalam memperkuat ketahanan eksternal sehingga dapat menjaga stabilitas perekonomian dalam rangka mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. (*/yan)

- Advertisement -

Artikel Terkait

Pemerintah Jaga Defisit APBN di Bawah 3%, Ini Jurus Hadapi Lonjakan Harga Energi

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Pemerintah menegaskan komitmen menjaga defisit Anggaran...

Cadangan BBM Aman 28 Hari, Pemerintah Pastikan Mudik Lebaran 2026 Lancar

STOCKWATCH.ID (BATANG) – Pemerintah memastikan ketersediaan bahan bakar minyak...

Netinflows Januari-Februari 2026 Tercatat US$1,6 Miliar, Ditopang Aliran Masuk Modal Asing ke SRBI

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Perry Warjiyo, Gubernur Bank Indonesia (BI)...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru