DADA Dirumorkan Jadi Pintu Masuk Raksasa Global ke Pasar Modal Indonesia
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Saham PT Diamond Citra Propertindo Tbk (DADA) kini jadi sorotan utama di pasar modal. Rumor yang beredar menyebut dua raksasa asal Jepang, Mitsubishi Estate dan Kajima Corpor...
Jika dibandingkan dengan raksasa Jepang, harga saham DADA memang masih jauh lebih rendah. Mitsubishi Estate di Bursa Tokyo diperdagangkan di kisaran ¥3.160–¥3.170 atau setara Rp348.000–Rp352.000 per lembar. Kajima Corporation berada di kisaran ¥4.290–¥4.332 atau setara Rp472.000–Rp481.000 per lembar. Sementara itu, DADA masih berada di Rp25–Rp11.000.
Jika skenario Vanguard benar-benar berlaku, potensi valuasi DADA bisa melambung tinggi. Dengan jumlah saham beredar 7,4 miliar lembar, target minimal kapitalisasi pasar US$100 miliar membuat valuasi teoretis per saham bisa menembus Rp230.000 (kurs Rp16.500). Angka ini memang terdengar fantastis, namun bukan mustahil jika Mitsubishi dan Kajima benar-benar mengonsolidasikan DADA dalam laporan keuangannya.
Pola Vanguard juga konsisten. Founder atau pengendali biasanya hanya memegang 10–15%, sementara mayoritas saham dikuasai institusi dan publik. Saham kemudian menjadi likuid, stabil, dan tumbuh konsisten dua digit per tahun, seperti yang terlihat pada Microsoft, Apple, hingga Nvidia.
Pepatah lama di pasar modal kembali relevan: “Buy on Rumour, Sell on News.” Jika isu akuisisi ini terbukti, DADA berpotensi menjadi kisah terbesar di Bursa Efek Indonesia dalam satu dekade terakhir. Dari saham receh menjadi calon multibagger, DADA kini berdiri di panggung global dengan dukungan para raksasa dunia.
- 1
- 2
- Neraca Perdagangan Indonesia Semester I 2026 Surplus US$3,58 Miliar, Ekspor Temb...
- IHSG Sesi I Melemah 0,03% ke 6.234,293, AMMN Menguat, BBCA dan BMRI Tertekan
- BEI Soroti Volatilitas Saham NICK, Manajemen Beri Klarifikasi
- Nasabah Mandiri Sekuritas Tembus 1,48 Juta, Growin’ di Livin’ Jadi Motor Pertumb...
- Tower Bersama (TBIG) Terbitkan Obligasi dan Sukuk Rp1,25 Triliun, Kupon Tertingg...
- IHSG Sesi I Melemah 0,03% ke 6.234,293, AMMN Menguat, BBCA dan BMRI Tertekan
- BEI Soroti Volatilitas Saham NICK, Manajemen Beri Klarifikasi
- Nasabah Mandiri Sekuritas Tembus 1,48 Juta, Growin’ di Livin’ Jadi Motor Pertumb...
- Neraca Perdagangan Indonesia Semester I 2026 Surplus US$3,58 Miliar, Ekspor Temb...
- Tower Bersama (TBIG) Terbitkan Obligasi dan Sukuk Rp1,25 Triliun, Kupon Tertingg...
- IHSG Berpotensi Mixed, Bahana Sekuritas Rekomendasikan ‘Beli’ CDIA, PTRO, CUAN h...
- Harga Minyak Dunia Anjlok 4% Usai Trump Tunda Serangan ke Iran
- Neraca Perdagangan Indonesia Semester I 2026 Surplus US$3,58 Miliar, Ekspor Temb...
- Stock Futures Menguat Jelang Data Tenaga Kerja AS, Investor Cermati Laba Emiten
- Penjualan Naik Signifikan, Laba Bersih Delta Giri Wacana (DGWG) Melesat 93% di S...