STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk (TUGU) melaporkan realisasi penggunaan dana hasil penawaran umum perdana saham atau Initial Public Offering (IPO). Laporan ini mencakup periode hingga 31 Desember 2025. Mayoritas dana segar dari publik sudah digunakan untuk pengembangan bisnis.
Laporan tersebut disampaikan Presiden Direktur TUGU, Adi Pramana, kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu, 14 Januari 2026.
“Mengacu pada Peraturan OJK (POJK) Nomor 30/POJK.04/2015 tentang Laporan Realisasi Penggunaan Dana Hasil Penawaran Umum, serta dalam rangka memenuhi kewajiban Emiten atau Perusahaan Publik untuk menyampaikan Laporan Realisasi Penggunaan Dana Hasil Penawaran Umum kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK), bersama ini kami sampaikan Laporan Realisasi Penggunaan Dana Hasil Penawaran Umum PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk. Per 31 Desember 2025,” ujar Adi Pramana dalam keterbukaan informasi, Rabu (14/1/2026).
Dalam IPO, Tugu Insurance memperoleh dana bersih Rp658,702 miliar. Dana tersebut berasal dari total penawaran umum sebesar Rp684,444 miliar setelah dikurangi biaya emisi Rp25,742 miliar.
Hingga akhir 2025, perseroan telah menggunakan dana IPO sebesar Rp586,091 miliar. Dengan demikian, sisa dana yang masih tersimpan di kas tercatat Rp72,610 miliar.
Dana IPO tersebut digunakan untuk tiga pos utama yang realisasinya sudah mencapai 100%. Perseroan mengalokasikan Rp184,436 miliar untuk pembangunan infrastruktur pemasaran.
Jumlah yang sama, Rp184,436 miliar, digunakan untuk pengembangan teknologi informasi dan kebutuhan operasional lainnya. Selain itu, dana Rp92,218 miliar dialokasikan untuk program rebranding serta promosi produk.
Masih terdapat satu pos penggunaan dana yang belum terealisasi penuh, yaitu penyertaan modal pada entitas anak. Dari rencana Rp197.610 miliar, perseroan baru merealisasikan Rp125 miliar.
Sisa dana IPO tersebut ditempatkan dalam instrumen deposito. Dana disimpan di beberapa rekening deposito Bank Rakyat Indonesia (BRI) dan Bank Tabungan Negara (BTN).
Perseroan memperoleh tingkat suku bunga sebesar 4,75% dari penempatan dana tersebut. Bank tempat penyimpanan dana memiliki hubungan afiliasi dengan Tugu Insurance.
