STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Cipta Perdana Lancar Tbk (PART) atau CPL memperoleh fasilitas pinjaman jumbo dari PT Bank Central Asia Tbk (BCA). Emiten manufaktur komponen otomotif ini menandatangani Surat Pemberitahuan Pemberian Kredit (SPPK) pada 19 Januari 2026.
Total plafon fasilitas kredit baru dan perubahan yang disepakati mencapai Rp277,17 miliar. Kesepakatan ini mencakup berbagai jenis fasilitas pinjaman untuk memperkuat operasional perusahaan.
Direktur Utama CPL, Hamim, bersama Direktur CPL, Toeng Rino Saputra, menjelaskan langkah strategis ini diambil untuk mendukung pertumbuhan bisnis. Perseroan membutuhkan modal kerja mendesak untuk pelaksanaan proyek-proyek baru.
“Dana hasil pinjaman akan dialokasikan secara khusus untuk investasi pada pengadaan mesin produksi baru, peralatan tooling, serta pengadaan bahan baku guna meningkatkan kapasitas produksi,” tulis Hamim dalam keterbukaan informasi, Rabu (21/1/2026).
Fasilitas kredit ini terbagi menjadi beberapa bagian. Pertama, fasilitas modal kerja sebesar Rp30 miliar. Kedua, pinjaman cicilan (installment loan) dengan total plafon mencapai Rp68,90 miliar.
Selain itu, perseroan mendapatkan kredit investasi dengan total plafon mencapai Rp178,27 miliar. Suku bunga pinjaman berada pada kisaran 8% hingga 8,38% per tahun yang bersifat dinamis mengikuti ketentuan bank.
Sebagai jaminan atas fasilitas tersebut, CPL memberikan agunan berupa harta kekayaan perseroan. Total nilai jaminan aset mencapai Rp322,15 miliar.
Aset yang dijaminkan meliputi mesin produksi senilai Rp43,69 miliar dan piutang dagang sebesar Rp30 miliar. Perseroan juga menjaminkan persediaan senilai Rp10 miliar serta sejumlah tanah dan bangunan di Tangerang milik perusahaan dan pihak pengendali.
Transaksi ini masuk dalam kategori transaksi material. Nilai plafon kredit sebesar Rp277,17 miliar setara dengan 164,46% dari total ekuitas perseroan per September 2025 yang tercatat Rp168,53 miliar.
Sejalan dengan aturan pasar modal, CPL telah mengantongi restu pemegang saham. Persetujuan ini didapat melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 6 Januari 2026. Rapat tersebut dihadiri 78,96% pemegang saham dan disetujui oleh 99,99% suara yang hadir.
Hamim optimistis penambahan modal ini memberikan dampak positif jangka panjang. Meski liabilitas atau utang bank meningkat, penggunaan dana diyakini mendorong peningkatan produktivitas dan pendapatan. Langkah ini diharapkan mampu memberikan nilai tambah bagi seluruh pemegang saham di masa mendatang.
