Sabtu, November 29, 2025
27.3 C
Jakarta

Defisit APBN Triwulan III 2025 Terjaga di 1,56% PDB, Menkeu Purbaya: Fiskal Tetap Kredibel dan Adaptif

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga akhir triwulan III-2025 tetap menunjukkan performa solid. Defisit anggaran tercatat sebesar Rp371,5 triliun atau setara 1,56% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), jauh di bawah proyeksi tahun penuh yang dipatok 2,78% PDB.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan APBN masih mampu menjaga keseimbangan antara dukungan terhadap perekonomian dan kesinambungan fiskal jangka menengah.

“Ini menunjukkan APBN tetap adaptif dan kredibel, menjaga keseimbangan antara dukungan terhadap pemulihan ekonomi dan kesinambungan fiskal dalam jangka menengah,” ujar Purbaya dalam Konferensi Pers APBN KiTa di Jakarta, Selasa (14/10/2025).

Selain itu, keseimbangan primer juga tercatat surplus Rp18 triliun. Kondisi ini mencerminkan pengelolaan fiskal yang tetap hati-hati di tengah tekanan global dan perlambatan ekonomi dunia.

Purbaya memaparkan total pendapatan negara hingga akhir September 2025 mencapai Rp1.863,3 triliun atau 65% dari target dalam outlook APBN. Meski telah melampaui separuh target, capaian ini secara nominal lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Menurutnya, penurunan harga komoditas global menjadi faktor utama yang menekan penerimaan negara, terutama dari sektor perpajakan migas dan tambang.

“Penurunan harga batu bara dan sawit membuat penerimaan PPh Badan serta PPN dalam negeri sedikit tertahan. Meski begitu, sektor manufaktur dan jasa masih menjadi penopang positif,” jelasnya.

Dari sisi belanja negara, realisasi hingga akhir September mencapai Rp2.234,8 triliun atau 63,4% dari outlook. Belanja pemerintah pusat tumbuh terbatas, sementara transfer ke daerah telah tersalurkan Rp648,4 triliun atau 74,6% dari pagu.

“Efektivitas belanja didorong oleh pelaksanaan program prioritas, bantuan sosial, dan belanja modal infrastruktur,” kata Purbaya.

Pemerintah menegaskan akan terus menjaga kredibilitas APBN sebagai instrumen utama untuk menopang pertumbuhan ekonomi nasional sekaligus memastikan pengelolaan fiskal tetap sehat dan berkelanjutan.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Jelang Nataru, Pemerintah Tambah Kuota LPG Subsidi 350 Ribu Ton!

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) — Pemerintah menambah kuota liquid petroleum gas...

Kabar Gembira! Pemerintah Sebar Diskon Tiket Pesawat hingga Tol untuk Libur Akhir Tahun

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) — Pemerintah bergerak cepat menggenjot pertumbuhan ekonomi...

Danamon, Simak 7 Poin Penting Arah dan Prospek Makro Ekonomi Indonesia 2026

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - PT Bank Danamon Indonesia Tbk (Danamon)...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Populer 7 Hari

Berita Terbaru