Dian Swastatika (DSSA) Catatkan Obligasi dan Sukuk di BEI
STOCKWATCH.ID (JAKARTA)- Besok, Kamis 9 Juli 2026 PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) akan mencatatakan surat utang senilai total Rp319,865 miliar di Bursa Efek Indonesia atau BEI. Ini terdiri at...
STOCKWATCH.ID (JAKARTA)- Besok, Kamis 9 Juli 2026 PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) akan mencatatakan surat utang senilai total Rp319,865 miliar di Bursa Efek Indonesia atau BEI. Ini terdiri atas Obligasi Berkelanjutan II DSSA Tahap I Tahun 2026 senilai Rp223,465 miliar dan Sukuk Mudharabah Berkelanjutan II Tahap I Tahun 2026 sebesar Rp96,400 miliar.
Berdasarkan pengumuman BEI, Rabu 8 Juli 2028, Obligasi DSSA yang merupakan bagian dari Penawaran Umum Obligasi Berkelanjutan II DSSA dengan target dana Rp3,5 triliun terdiri atas seri A dengan jumlah pokok sebesar Rp106,600 miliar berbunga tetap 8,25% per tahun dengan jangka waktu tiga tahun dan seri B senilai Rp116,865 miliar memiiki tenor lima tahun dengan tingkat bunga tetap 8,50% per tahun.
Bunga obligasi DSSA akan dibayarkan setiap triwulan, di mana bunga obligasi pertama akan dibayarkan pada tanggal 8 Oktober 2026, sedangkan bunga obligasi terakhir sekaligus pelunasan Obligasi akan dibayarkan pada tanggal 8 Juli 2029 untuk Obligasi Seri A, dan tanggal 8 Juli 2031 untuk Obligasi Seri B. Pelunasan masing-masing seri obligasi akan dilakukan secara penuh (bullet payment) pada saat jatuh tempo.
Adapun Sukuk Mudharabah ini diterbitkan tanpa warkat, ditawarkan dengan nilai 100% dari jumlah Dana Sukuk Mudharabah dengan Pendapatan Bagi Hasil Sukuk Mudharabah yang dihitung berdasarkan perkalian antara Nisbah Pemegang Sukuk Mudharabah, dimana besarnya nisbah adalah 15,91% dari Pendapatan yang Dibagihasilkan dengan indikasi bagi hasil sebesar ekuivalen 8,25% per tahun dengan jangka waktu Sukuk Mudharabah adalah tiga tahun.
Seluruh dana yang diperoleh dari hasil Penawaran Umum Obligasi setelah dikurangi dengan biaya-biaya emisi terkait, sebesar Rp11,744 miliar akan digunakan untuk pemberian pinjaman kepada SKS. Selanjutnya, dana hasil Penawaran Umum Obligasi tersebut akan digunakan oleh SKS untuk pelunasan seluruh pokok pinjaman bank milik SKS.
- Prabowo Targetkan Bangun 100 GW PLTS, Hemat Biaya Listrik Rp73,9 Triliun per Tah...
- Tingkatkan Kualitas SDM, BNI Perkuat Tata Kelola Lewat LSP dan Sertifikasi ISO
- Direktur WINS Sugiman Layanto Borong 5,99 Juta Saham, Ini Tujuannya
- Sinergi dengan Danantara, Telkom Bidik Pertumbuhan Bisnis Enterprise hingga 30%
- Prabowo Umumkan Jakarta dan Bali Jadi Lokasi PFII, Buka Opsi Daerah Lain
- Tingkatkan Kualitas SDM, BNI Perkuat Tata Kelola Lewat LSP dan Sertifikasi ISO
- Prabowo Targetkan Pangkas BUMN jadi 300, Dividen 2026 Diproyeksi Rp200 Triliun T...
- Penjualan Tembus Rp2,78 Triliun, Rugi Bersih Pengelola KFC (FAST) Susut 57% di S...
- Prabowo Targetkan Bangun 100 GW PLTS, Hemat Biaya Listrik Rp73,9 Triliun per Tah...
- Direktur WINS Sugiman Layanto Borong 5,99 Juta Saham, Ini Tujuannya